Setang Motor Seret, Tak Selalu Masalahnya Komstir
·waktu baca 2 menit

Permasalahan setang kemudi sepeda motor tidak lancar atau seret tak selalu berasal dari komstir (steering ball). Technical Instructor PT Daya Adicipta Motora (DAM), Angga menjelaskan, jalur kabel di area kemudi bisa bergeser ke posisi yang bukan seharusnya sehingga mengakibatkan gerak bebas yang terganggu.
”Kalau misalkan terasa seret, itu belum tentu dari steering komstir, tapi bisa jadi ada kabel yang menempel dengan bodi, seperti kejepit. Jadi geraknya enggak lancar,” ungkap Angga di Bandung belum lama ini.
Adapun cara memeriksa kelancaran setang kemudi yaitu dengan meninggikan roda depan. Apabila ada rasa kaku atau tidak luwes pergerakannya, maka bisa melakukan pengecekan ke bengkel resmi.
”Untuk (memeriksa) setang kemudi itu posisinya harus dalam kondisi standar dua kemudian bagian belakang diberi beban. Kemudian belok-belokan setang ke kanan dan kiri,” imbuhnya.
Apabila posisi kabel sudah sesuai namun setang masih terasa berat, maka kemungkinan besar masalahnya berasal dari komstir atau steering ball.
Setidaknya, terdapat sejumlah gejala yang menandakan masalah di komstir. Selain setang kemudi terasa berat, getaran berlebih juga menjadi pertanda komstir bermasalah.
Kemudian, suara tidak wajar dari area kemudi juga menjadi gejala awal komstir tak lagi prima. Suara ini biasanya berasal dari bantalan komstir yang aus atau longgar.
Indikasi saat berkendara juga akan terasa apabila komstir ada masalah. Utamanya timbul rasa oleng saat melaju di kecepatan tinggi, serta roda depan yang tidak stabil.
Adapun tanda lain berasal dari sistem kemudi yang tidak presisi, seperti terasa longgar atau oblak. Hal ini bisa dirasakan dengan menggerakkan roda ke depan dan belakang. Ketika tidak lagi solid, maka itu jadi tanda komstir ada kendala.
