kumparan
17 Feb 2019 15:32 WIB

Terpaksa Berbagi 'Kue', Jualan Honda Negatif di 2018

Muka depan baru All new Honda Brio seperti Honda Mobilio Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO
Penjualan mobil Honda di 2018 lalu terkoreksi sampai dua digit, menjadi 13,2 persen di pasar wholesales. Sementara angka retailnya sendiri mengalami penurunan sampai 10,0 persen, bila mengacu pada data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
ADVERTISEMENT
Jika menghitung jumlahnya secara keseluruhan selama 12 bulan, totalnya mencapai 162.170 unit yang dikirim ke diler tahun lalu. Sedangkan retailnya sebanyak 162.956 unit.
Coba membandingkan dengan 2017 yang hanya turun 6,2 persen, performa Honda 2018 malah semakin memburuk. Terkait hal tersebut, Jonfis Fandy sebagai Marketing & After Sales Service Director Honda, ternyata sudah memiliki jawabannya.
“Ya karena memang model-model utama kami itu sudah kita luncurkan 3-4 tahun lalu, dan yang maju kan cuma satu dua model saja. Akhirnya banyak turun juga,” ujar Jonfis saat ditemui pada ajang ‘Honda Skill Contest 2019’ di Jakarta, Minggu (17/2).
Tak hanya itu, Jonfis juga mengakui kalau pasar mobil penumpang tahun lalu secara keseluruhan hanya naik sedikit, sementara pemainnya semakin padat. Kondisi ini yang terpaksa membuat Honda harus rela berbagi pasar.
ADVERTISEMENT
“Ya kalau market tidak berkembang, ya otomatis akan makan kanan kiri atau atas bawah. Total kami cukup baik karena masih bisa mempertahankan model yang diproduksi di sini, sedangkan mobil CBU nggak terlalu pikirkan,” ucapnya.
Honda CR-V Foto: Gesit Prayogi/kumparan.com

Persaingan Ketat dan Main Diskon

Di tengah persaingan yang ketat, beberapa produk Honda, disebut Jonfis masih baik performanya, mulai dari CR-V, Jazz menjadi market leader, Brio sedang menanjak, di mana Mobilio dan BRV masih oke.
“Anyway persaingan di MPV ini kan bukan cuma di Honda saja, yang lain juga merasakan persaingannya ketat. Karena itu sampai sekarang mengapa semuanya juga main diskon. Nanti tidak tahu, 2-3 tahun posisinya sama,” kata Ungkap Jonfis.
Namun perlu disyukuri juga kalau kompetisi ketat ini ujungnya bakal menguntungkan konsumen, seperti misalnya perang diskon yang terjadi, membuat konsumen bisa mendapatkan harga terbaik mereka.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan