kumparan
30 November 2019 7:30

Wuling Cortez Bekas Jadi Incaran Ketimbang Confero

Wuling Cortez turbo
Wuling Cortez turbo Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO
Tak cuma model MPV Jepang yang laris manis di bursa mobil bekas. Roda empat keluaran pabrikan Negeri Tirai Bambu seperti Wuling pun ternyata kini mulai diburu.
ADVERTISEMENT
Modelnya adalah Cortez, yang diakui Senior Manager Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih, peminatnya terus berdatangan.
"Kalau sekarang ya termasuk barang laku ya," buka Her sapaan akrabnya kepada kumparan beberapa waktu lalu.
Wuling Cortez
Wuling Cortez Foto: Gesit Prayogi/kumparanOTO
Menurutnya, dibanding Confero, Cortez bekas lebih banyak peminatnya, karena dari segi harga 'masuk' di kantong, dan beda tipis dengan model Low MPV baru lainnya.
Apalagi dari segi segmentasi, Wuling Cortez kelasnya lebih tinggi, meskipun ada varian yang harga barunya setara ragam mobil Low MPV.
"Kalau Confero enggak begitu ya, karena orang cenderung mending beli baru soalnya harganya murah, makanya pedagang enggak mau beli, jualnya susah," pungkas Her.
Wuling Cortez
Wuling Cortez. Foto: Gesit Prayogi/kumparan
Her juga meyakini selain banderol, fitur pemanja yang ada pada Cortez juga jadi nilai lebih sehingga mobil mulai jadi incaran.
ADVERTISEMENT
"Cortez laku, tiap seminggu dua minggu selalu ada aja barang yang keluar. Mulai ramai karena di pasaran sekennya juga banyak," katanya.
Wuling Cortez
Wuling Cortez Foto: Gesit Prayogi
Oke lanjut soal harganya, di bursa mobil bekas WTC Mangga Dua, Wuling Cortez lansiran 2018 dilego mulai dari Rp 195 sampai 210 jutaan, tergantung kondisi dan varian. Bahkan ada model yang dijual mulai Rp 170 jutaan untuk Cortez 1.5 yang jadi varian terendah.
Dalam kondisi baru, Wuling Cortez yang terdiri dari pilihan mesin 1.500 cc, 1.500 cc turbo, dan 1.800 cc dipasarkan mulai Rp 202,8 sampai 282 juta.
Wuling Cortez
Wuling Cortez. Foto: Gesit Prayogi/kumparan
Bagaimana, tergiur dan pantas jadi pilihan alternatif kah Wuling Cortez bekas ini?
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan