kumparan
20 September 2019 17:17

10 Hal ‘Aneh’ yang Dialami Perempuan Setelah Melahirkan

Ilustrasi ibu baru melahirkan. Foto: Shutterstock
Setelah melahirkan, para ibu akan memiliki dunia yang jauh berbeda dibanding sebelumnya. Perasaan bahagia memiliki buah hati akan bersanding pula dengan perubahan fisik serta waktu istirahat yang berkurang akibat begadang mengurus bayi.
ADVERTISEMENT
Masa-masa itu biasanya akan bertahan selama tiga bulan pertama setelah kelahiran si jabang bayi. Tapi tak sedikit pula yang mengalaminya hingga satu tahun.
Nah, berbagai perubahan yang dirasakan para ibu pascamelahirkan tak jarang membuat mereka depresi. Namun kabar baiknya, perubahan-perubahan itu pada umumnya hanya bersifat sementara.
Menurut laporan Medical Daily, setidaknya ada 10 hal “aneh” atau perubahan berupa gangguan kesehatan yang biasanya dirasakan para ibu setelah melahirkan. Meski tak semua wanita akan mengalami jenis perubahan ini, tapi semuanya adalah hal yang umum terjadi pada wanita pascamelahirkan. Yuk, kita simak daftarnya satu per satu.
1. Rambut rontok
Hormon ibu hamil ditambah vitamin yang para perempuan konsumsi selama mengandung mampu mempengaruhi pertumbuhan rambut mereka di luar kewajaran. Tiga minggu setelah melahirkan, beberapa perempuan menjadi khawatir karena kerontokan parah yang mereka alami.
ilustrasi rambut rontok. Foto: Shutterstock
Namun sebenarnya Para ibu sebaiknya tak perlu khawatir karena masa-masa sulit itu bakal berakhir setelah enam bulan hingga satu tahun setelah melahirkan. Jika kerontokan rambut tetap dialami setelah lebih dari satu tahun, maka ada baiknya untuk segera berkonsultasi ke dokter. Sebab, ada kemungkinan kerontokan tersebut akibat hipotiroidisme dan anemia.
ADVERTISEMENT
2. Brain fog atau kabut tebal yang menyelimuti otak
Salah satu pemicu depresi pascamelahirkan adalah brain fog. Ini terjadi karena para ibu terlalu banyak menyerap informasi yang mereka perlukan sebagai bekal pascapersalinan. Mengapa informasi ini penting? Sebab untuk memulai gaya hidup baru sebagai seorang ibu, para perempuan butuh beradaptasi.
Brain fog sebaiknya lekas ditangani karena jika terus dibiarkan, kondisi ini akan menghambat para ibu melakukan tugas mereka dengan baik. Malah, bisa saja membahayakan diri mereka sendiri maupun buah hati mereka.
3. Kehilangan nafsu makan
Merawat bayi yang baru saja lahir bukanlah pekerjaan yang mudah. Untuk melakukan tugas ini, seorang perempuan butuh membakar 500 kalori per hari. Seharusnya, aktivitas yang menguras energi ini membuat perempuan mudah lapar. Namun sayangnya, beberapa perempuan yang mengalami depresi pascapersalinan justru kehilangan nafsu makan mereka.
Ilustrasi tidak nafsu makan. Foto: Shutter Stock
Ada yang bahkan harus mengikuti diet sehat dengan banyak mengonsumsi ikan berlemak, sayuran hijau, protein tanpa lemak, dan makanan kaya kalsium untuk membangkitkan nafsu makan mereka kembali.
ADVERTISEMENT
4. Stretch mark
Stretch mark atau guratan pada kulit umum terjadi karena hampir semua perempuan yang baru saja melahirkan mengalaminya. Bahkan, stretch mark sangat sulit dihindari.
Untuk menghilangkan guratan ini, para perempuan disarankan untuk menggunakan krim Retin-A untuk merangsang kolagen yang mampu meringankan bekas stretch mark. Krim tersebut juga disebut ampuh menyamarkan stretch mark.
5. Sakit punggung
Kenaikan berat badan serta perkembangan rahim selama kehamilan memicu sakit punggung dan otot-otot persendian yang sering dialami para perempuan. Saat menyusui, beberapa perempuan membuat kekeliruan dengan tidak menjaga berat badan, sehingga membuat sakit punggung yang mereka rasakan semakin bertahan lama.
6. Sakit kepala
Hasil sebuah penelitian membeberkan bahwa 39 persen wanita menderita sakit kepala saat memasuki minggu pertama setelah melahirkan. Alasannya tak lain karena penurunan kadar estrogen, stres, dan kurang tidur.
ADVERTISEMENT
7. Gangguan penglihatan
Menurut laporan Medical Daily, 50 persen wanita hamil mengalami masalah pada penglihatan mereka. Setelah melahirkan, mata mereka biasanya menjadi kering akibat ketidakseimbangan hormon.
Ilustrasi penglihatan wanita berubah saat hamil dan setelah melahirkan. Foto: Pixabay
Sementara untuk penyebab penglihatan kabur yang para ibu alami biasanya karena ada lebih banyak cairan yang menumpuk di mata. Jika tak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, masalah gangguan mata ini sebaiknya dikonsultasikan juga ke dokter karena jika dibiarkan akan menimbulkan masalah mata yang serius.
8. Anemia
Anemia postpartum juga cukup umum terjadi. Penyebabnya karena para wanita kehilangan banyak darah selama persalinan. Anemia juga bisa terjadi karena selama kehamilan, mereka kurang mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi.
9. Masalah tiroid
Pascapersalinan, beberapa wanita akan mengalami tiroiditis meski sebenarnya kasus ini terbilang sangat jarang terjadi. Hipertiroid biasanya terjadi pada enam bulan pertama setelah melahirkan, sementara hipotiroidisme biasa dialami setelah empat hingga delapan bulan pascapersalinan. Ada dua kemungkinan, kondisi ini bisa berakhir dalam satu tahun dengan pengobatan atau dapat berlanjut seumur hidup.
ADVERTISEMENT
10. Alergi
Setelah melahirkan, sebagian wanita akan mengalami gatal-gatal, kemudian muncul ruam pada kulit dan kulit mereka pun menjadi sensitif terhadap makanan tertentu. Penyebabnya karena sistem kekebalan tubuh mereka akan menurun karena efek pascamelahirkan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan