kumparan
31 Desember 2017 20:04

4 Pejabat Indonesia yang Dapat Gelar Kehormatan di 2017

Gelar Honoris Causa di tahun 2017 (Foto: Aditia Noviansyah, Fanny Kusumawardhani, Utomo /kumparan, Dok. KKP)
Gelar Honoris Causa (H.C) atau Gelar Kehormatan tidak bisa didapatkan oleh sembarang orang. Syarat bagi seseorang untuk mendapatkan gelar ini adalah ia harus bisa membuktikan diri berguna bagi ilmu pengetahuan dan umat manusia.
ADVERTISEMENT
Honoris Causa adalah sebuah gelar kesarjanaan yang diberikan oleh universitas atau perguruan tinggi pada seseorang yang dianggap berjasa tanpa perlu mengikuti pendidikan atau ujian untuk mendapatkan gelar tersebut.
Di tahun 2017 ini, empat orang pejabat tinggi di Indonesia berhasil membuktikan bahwa mereka telah bekerja keras untuk bangsa dan negara sehingga pantas untuk diberkan gelar kehormatan.
Siapa saja keempat orang tersebut? Mari simak informasi singkatnya di infografik berikut ini:
Pejabat Penerima Gelar Kehormatan di 2017 (Foto: Sabryna Muviola/kumparan)
1. Jusuf Kalla
Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima Gelar Doktor Kehormatan dari Rajamangala University of Technology Isan Thailand pada tanggal 22 Maret 2017. Jusuf Kalla mendapatkan gelar kehormatan dalam bidang Administrasi Bisnis Manajemen dalam penganugerahan yang dipimpin oleh Putri Thailand, Maha Chakri Siridhorn.
ADVERTISEMENT
Gelar ini merupakan Gelar Kehormatan kedelapan yang didapat oleh Jusuf Kalla. Sebelumnya, ia menerima gelar dari Soka University di Tokyo, Jepang, tahun 2009, lalu dari Universitas Malaya di Kuala Lumpur, Malaysia tahun 2007, dan lima gelar Doktor dari berbagai perguruan tinggi dalam negeri.
2. Imam Nahrawi
Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, mendapatkan gelar Honoris Causa dalam Bidang Kepemimpinan Pemuda Berbasis Agama dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Imam Nahrawi menerima gelar tersebut setelah dikukuhkan pada Rapat Terbuka Senat UIN Sunan Ampel Surabaya, tanggal 14 September 2017.
Promotor dari gelar untuk Imam Nahrawi adalah Dr. H Husein Azis, Prof Dr H. Ali Mudhofir, dan Prof. Dr. Ahmad Zahro.
ADVERTISEMENT
Imam Nahrawi adalah alumnus dari UIN Sunan Ampel Surabaya yang kemudian melanjutkan pendidikannya di Universitas Padjadjaran untuk mengambil gelar magister.
3. Susi Pudjiastuti
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, menerima gelar Doktor Kehormatan dari Institu Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada tanggal 10 November 2017, di acara puncak peringatan Dies Natalis ke-57 ITS.
Menteri Susi mendapatkan gelarnya dalam bidang Manajemen dan Konservasi Sumber Daya Kelautan. Ia juga menyampaikan orasi ilmiah yang bertajuk “Mempertahankan Keberlanjutan Peningkatan Produktivitas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Indonesia.
Gelar ini diberikan sebagai apresiasi ITS terhadap jasa Menteri Susi dalam membuka perspektif ITS terkait urgensi dunia kemaritiman.
4. Ali Ghufron Mukti
Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi di Kemristekdikti, Ali Ghufron Mukti, mendapat Doktor Honoris Causa bidang Kesehatan dari Coventry University di Inggris. Ia bahkan menjadi orang Indonesia pertama yang mendapatkan gelar dari Coventry University.
ADVERTISEMENT
Ghufron mendapatkan gelar sarjana dari Fakultas Kedokteran UGM, kemudian melanjutkan pendidikannya ke Mahidol University, Thailand, dan mendapatkan gelar doktor dari University of Newcastle, Australia. Ia juga menjabat sebagai guru besar Fakultas Kedokteran UGM dan pernah menjabat menjadi Wakil Menteri Kesehatan di Era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan