kumparan
8 September 2018 11:10

5 Negara Berpenduduk Paling Malas dan Paling Rajin di Dunia

5 Negara dengan Penduduk Termalas dan Terajin di Dunia Menurut WHO. (Foto: Muhammad Faisal Nu'man/kumparan)
Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mengadakan sebuah riset untuk menilai tingkat aktivitas fisik penduduk dunia. Hasil riset terhadap 1,9 juta orang di 168 negara ini telah dipublikasikan di jurnal The Lancet Global Health pada 4 September 2018.
ADVERTISEMENT
WHO menetapkan parameter, orang yang aktif secara fisik didefinisikan sebagai orang-orang yang melakukan kurang lebih 75 menit aktivitas fisik berat setiap minggu, atau 150 menit aktivitas fisik sedang per minggu, atau kombinasi dari keduanya tiap pekan. Jadi orang-orang yang melakukan aktivitas fisik di bawah itu dikategorikan sebagai orang yang kurang melakukan aktivitas fisik.
Dari hasil riset ini, maka sebagian negara bisa dikategorikan sebagai negara berpenduduk 'malas' karena banyak penduduknya kurang melakukan aktivitas fisik dan sebagian negara dikategorikan sebagai negara berpenduduk rajin karena hanya sedikitnya yang kurang melakukan aktivitas fisik.
Lantas, negara-negara mana saja yang dianggap paling 'malas' dan paling 'rajin' oleh WHO? Berikut ini datanya yang tim kumparan kutip dari hasil riset WHO tersebut.
5 Negara dengan Penduduk Termalas dan Terajin di Dunia Menurut WHO. (Foto: Muhammad Faisal Nu'man/kumparan)
5 negara berpenduduk 'termalas'
ADVERTISEMENT
1. Kuwait
Berdasarkan riset WHO, ditemukan bahwa 67 populasi Kuwait tidak melakukan aktivitas fisik yang cukup tiap minggunya.
2. Samoa Amerika
Terletak di Samudra Pasifik, negara ini menempati posisi negara termalas nomor dua di dunia. Dalam riset ditemukan bahwa 53,4 persen populasinya tidak melakukan aktivitas fisik yang cukup.
3. Arab Saudi
Arab Saudi menempati posisi negara termalas nomor tiga di dunia. 53 persen populasinya dianggap tidak melakukan aktivitas fisik yang cukup.
4. Irak
Negara yang porak poranda akibat perang ini adalah negara termalas nomor empat di dunia. 52 persen populasi dari Irak dianggap kurang aktif secara fisik oleh WHO.
5. Brasil
Meski memiliki banyak pemain sepak bola ternama, Brasil ternyata dianggap WHO sebagai negara termalas di dunia nomor lima. 47 persen populasinya dianggap kurang aktif secara fisik.
Sleeping Man (Foto: Dok: Wikimedia Commons)
5 negara berpenduduk 'terajin'
ADVERTISEMENT
1. Uganda
Negara yang terletak di Afrika Tengah ini dianggap WHO sebagai negara paling rajin di dunia. Hanya 5,5 persen penduduknya yang kurang aktif secara fisik.
2. Mozambik
Terletak di Afrika Tenggara, Mozambik merupakan negara paling rajin kedua di dunia. Hanya 5,6 persen penduduknya yang dianggap kurang aktif secara fisik.
3. Lesotho
Negara kecil yang terletak Afrika Selatan ini memegang posisi ketiga negara paling rajin di dunia. Tercatat hanya 6,3 persen penduduknya yang menurut riset kurang aktif secara fisik.
4. Tanzania
Lagi-lagi negara Afrika yang masuk ke dalam daftar negara-negara paling rajin di dunia. Tanzania yang terletak di Afrika Timur menjadi negara keempat paling rajin di dunia, dengan hanya 6,5 persen penduduknya yang kurang aktif secara fisik.
ADVERTISEMENT
5. Niue
Negara kepulauan kecil yang terletak di Samudra Pasifik Selatan ini menjadi satu-satunya negara non-Afrika dalam daftar negara paling rajin di dunia. Menurut hasil riset, hanya 6,9 persen penduduknya yang kurang aktif secara fisik.
Ilustrasi bekerja pada malam hari (Foto: Pixabay)
Lalu bagaimana dengan Indonesia?
Jika masing-masing persentase jumlah penduduk yang kurang melakukan aktivitas fisik dari 168 negara dalam hasil riset WHO ini dibandingkan dan diurutkan, maka Indonesia tercatat sebagai negara ke-53 dengan penduduk paling 'rajin.'
Memang masih ada 22,6 persen penduduk Indonesia yang dianggap kurang melakukan aktivitas fisik. Meski begitu, angka ini terhitung cukup kecil jika dibandingkan dengan Malaysia dengan 38,8 persen populasinya yang dianggap kurang aktivitas fisik maupun Singapura yang memiliki 36,5 persen populasi kurang aktif secara fisik.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan