kumparan
7 Mei 2017 8:44

8 Pernyataan Stephen Hawking yang Mengejutkan

Stephen Hawking. (Foto: Reuters/Suzanne Plunkett)
Baru-baru ini Stephen Hawking mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengejutkan. Fisikawan dan kosmolog itu menyatakan 100 tahun ke depan bisa jadi adalah masa paling berbahaya dari planet Bumi. Berbahayanya Bumi pada masa itu ia yakini akan disebabkan oleh perang nuklir, wabah virus buatan, pemanasan global, hantaman asteroid dan populasi yang berlebih.
ADVERTISEMENT
Hawking menyarankan manusia untuk pergi meninggalkan Bumi. Menurutnya, manusia harus memulai peradaban baru di planet lain dalam 100 tahun mendatang.
Bukan sekali ini ilmuwan kelahiran 1942 itu mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang mengejutkan publik. Ucapan lelaki yang menjabat sebagai Direktur Penelitian the Centre for Theoretical Cosmology di Universitas Cambridge itu memang sering kali menarik perhatian.
1. Mengenai Kehidupan Alien
Ilustrasi alien. (Foto: Pixabay)
Sebelum menyebut manusia harus mencari tempat tinggal baru di luar Bumi, Hawking pernah mengatakan manusia juga harus waspada dalam mencari koneksi dengan peradaban alien. Dan menurutnya, jika para alien mendatangi Bumi, mereka akan seperti Columbus yang mendarat ke benua Amerika.
ADVERTISEMENT
Sejarah mencatat setelah Columbus menemukan benua Amerika, pasukan Columbus yang merupakan orang-orang dari Eropa membantai para penduduk asli di sana dan membentuk peradaban baru seperti yang kita lihat saat ini.
Pernyataan lengkap Hawking pada 2010 lalu berbunyi, "Jika alien mengunjungi kita, hasilnya akan sama seperti ketika Columbus mendarat di Amerika, yang mana tidak berdampak baik bagi penduduk asli Amerika. Kita hanya perlu melihat pada diri kita sendiri untuk menyaksikan bagaimana kehidupan yang cerdas dapat berkembang menjadi sesuatu yang tidak ingin kita temui.”

Jika alien mengunjungi kita, hasilnya akan sama seperti ketika Columbus mendarat di Amerika, yang mana tidak berdampak baik bagi penduduk asli Amerika.

- Stephen Hawking

ADVERTISEMENT
2. Mengenai Virus Komputer
Virus komputer. (Foto: Flickr)
Pada 1994 lalu Hawking mengomentari keberadaan virus komputer. Ia menyebut virus komputer perlu dihitung sebagai kehidupan. Dengan nada menyindir, ia menyebut ‘makhluk’ ciptaan manusia itu menggambarkan citra kehidupan kaum penciptanya sendiri yang bersifat merusak.
Secara lengkap Hawking mengatakan, "Saya pikir virus komputer harus dihitung sebagai kehidupan. Saya pikir (virus komputer) itu mengatakan sesuatu tentang sifat manusia bahwa satu-satunya bentuk kehidupan yang telah kita ciptakan sejauh ini murni bersifat merusak. Kita telah menciptakan kehidupan dengan citra kita sendiri.”

Saya pikir virus komputer harus dihitung sebagai kehidupan. Saya pikir (virus komputer) itu mengatakan sesuatu tentang sifat manusia bahwa satu-satunya bentuk kehidupan yang telah kita ciptakan sejauh ini murni bersifat merusak. Kita telah menciptakan kehidupan dengan citra kita sendiri.

- Stephen Hawking

ADVERTISEMENT
3. Mengenai Perjalanan Waktu
Roket Falcon 9 milik SpaceX. (Foto: SpaceX/Flickr)
Pada 2010 lalu, dalam acara Larry King Live, Hawking pernah menyatakan pendapatnya mengenai perjalanan waktu. Perjalanan waktu adalah sebuah konsep berjalan maju atau mundur ke titik berbeda dalam waktu, mirip seperti saat bergerak di dalam ruang. Intinya dalam konsep perjalanan waktu kita bisa bergerak kembali ke masa lalu ataupun melompat mengunjungi masa depan.
Mengenai perjalanan waktu itu Hawking berujar bahwa mungkin saja orang bisa melakoni perjalanan waktu, melompat-lompat ke beberapa masa dan membengkokkan ruang waktu. Tapi menurutnya, akitivitas membengkokkan ruang waktu itu dapat merusak ruang waktu itu sendiri.
Secara utuh Hawking menuturkan, “Perjalanan waktu dulu dianggap sebagai fiksi ilmiah, tapi teori relativitas umum Einstein memberi kemungkinan bahwa kita bisa membengkokkan ruang waktu sedemikian rupa sehingga Anda bisa terbang di dalam roket dan kembali di waktu sebelum Anda berangkat. Sayangnya, pembengkokkan itu kemungkinan akan menghancurkan pesawat ruang angkasa dan mungkin juga ruang waktu itu sendiri."
ADVERTISEMENT

Perjalanan waktu dulu dianggap sebagai fiksi ilmiah, tapi teori relativitas umum Einstein memberi kemungkinan bahwa kita bisa membengkokkan ruang waktu sedemikian rupa sehingga Anda bisa terbang di dalam roket dan kembali di waktu sebelum Anda berangkat. Sayangnya, pembengkokkan itu kemungkinan akan menghancurkan pesawat ruang angkasa dan mungkin juga ruang waktu itu sendiri.

- Stephen Hawking

4. Mengenai Alam Semesta
Galaksi di alam semesta. (Foto: Thinkstock)
Dalam bukunya yang berjudul A Brief History of Time terbitan tahun 1988, Hawking menulis alam semesta dapat terbentuk dengan sendirinya sehingga, menurutnya, tidak perlu meminta Tuhan memulai dan mengatur keberjalanan alam semesta.
Secara lengkap kata-kata yang ia tulis berbunyi, “Karena ada hukum seperti gravitasi, alam ini bisa menciptakan diri sendiri dari sesuatu yang tak ada. Penciptaan yang tiba-tiba adalah sebuah alasan akan adanya sesuatu dan mengapa alam ini ada, mengapa diri kita ada. Tidak perlu meminta Tuhan memulai dan mengatur keberjalanan alam semesta."
ADVERTISEMENT

Karena ada hukum seperti gravitasi, alam ini bisa menciptakan diri sendiri dari sesuatu yang tak ada. Penciptaan yang tiba-tiba adalah sebuah alasan akan adanya sesuatu dan mengapa alam ini ada, mengapa diri kita ada. Tidak perlu meminta Tuhan memulai dan mengatur keberjalanan alam semesta.

- Stephen Hawking

5. Mengenai Perempuan
Ilustrasi seorang perempuan single di taman (Foto: Pixabay)
Mungkin kita sudah pernah mendengar ungkapan perempuan adalah makhluk yang paling sulit dimengerti. Selain kalimat itu, masih banyak pula ungkapan lain senada yang intinya menyebut perempuan adalah makhluk yang rumit dan kompleks.
Stephen Hawking memiliki cara sendiri untuk menyampaikan pendapatnya mengenai kaum Hawa. Dalam wawancaranya dengan New Scientis pada 2012 lalu ia ditanya mengenai apa yang paling sering ia pikirkan dalam kesehariannya.
ADVERTISEMENT
Ilmuwan jenius itu mengatakan, “Perempuan. Mereka adalah sebuah misteri yang komplit.”
Dalam kehidupan pribadinya, Hawking pernah menikah dua kali dan bercerai dua kali pula. Ia memiliki tiga orang anak dari pernikahannya.

Perempuan. Mereka adalah sebuah misteri yang komplit.

- Stephen Hawking

6. Mengenai Kecerdasan Intelegensi
Otak manusia (ilustrasi). (Foto: Pixabay/PeteLinforth)
Meski dikenal sebagai ilmuwan jenius, Hawking tidak suka memamerkan dan membanggakan IQ atau kecerdasan intelegensinya. Sebab, menurutnya, hanya para pecundang yang gemar memamerkan kecerdasan IQ mereka.
Dalam wawancara dengan New York Times pada 2012 lalu, Hawking ditanya berapa IQ-nya.
Ia menjawab, “Aku tidak tahu. Orang-orang yang membangga-banggakan IQ mereka adalah para pecundang.”

Orang-orang yang membangga-banggakan IQ mereka adalah para pecundang.

- Stephen Hawking

ADVERTISEMENT
7. Mengenai Eusthanasia
Eusthanasia. (Foto: Flickr)
Eusthanasia secara bahasa berasal dari bahasa Yunani eu yang berarti “baik”, dan thanatos, yang berarti “kematian” sehingga berarti kematian yang baik. Menurut istilah, eusthanasia berarti pengakhiran kehidupan seseorang yang sedang dalam keadaaan sangat sakit untuk membebaskannya dari penderitaan.
Di beberapa negara eusthanasia dianggap legal, sedangkan di beberapa negara lainnya tindakan semacam itu dilarang oleh hukum. Sejumlah orang di berbagai belahan dunia yang merasa hidupnya sangat menderita dan pasien yang merasa tak kuat lagi menanggung rasa sakit dari penyakitnya pernah meminta dan menuntut hak eusthanasia.
Eusthanasia sampai saat ini masih menjadi polemik di berbagai tempat. Sebagian orang pro terhadap pelegalan eusthanasi dengan dalih kemanusiaan, sebagian lainnya menolak keras tindakan eusthanasia dengan dalih kemanusiaan pula.
ADVERTISEMENT
Dalam sebuah wawancara dengan People’s Daily Online pada 2006 lalu, Hawking mendapat pertanyaan tentang eusthanasia. Ilmuwan yang menderita penyakit ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis) ini berpendapat, “Korban memiliki hak untuk mengakhiri hidupnya, kalau ia mau. Tapi saya pikir itu akan menjadi kesalahan besar. Betapapun hidup terlihat sangat buruk, selalu ada hal yang bisa kita lakukan. Di mana ada hidup, di sana ada harapan.”

Korban memiliki hak untuk mengakhiri hidupnya, kalau ia mau. Tapi saya pikir itu akan menjadi kesalahan besar. Betapapun hidup terlihat sangat buruk, selalu ada hal yang bisa kita lakukan. Di mana ada hidup, di sana ada harapan.

- Stephen Hawking

8. Menjadi Stephen Hawking
Stephen Hawking. (Foto: Flickr)
Stephen Hawking selama ini dikenal sebagai ilmuwan yang tak bisa menggerakkan anggota-anggota tubuhnya. Selama lima puluh tahun lebih ini ia menderita penyakit ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis). Biasanya para penderitanya hanya mampu bertahan 2 hingga 5 tahun setelah timbul gejala, tapi tidak dengan Hawking. Sudah setengah abad lebih ini Hawking mampu bertahan hidup dan terus berkarya bersama penyakitnya itu.
ADVERTISEMENT
ALS yang juga dikenal sebagai penyakit Lou Gehrig atau penyakit motor neuron (MND) adalah penyakit yang mempengaruhi sel-sel saraf di otak dan sumsum tulang belakang yang menyebabkan kelemahan otot dan atrofi serta kematian neuron motorik. Akibatnya, penderitanya kehilangan kemampuan untuk mengendalikan gerakan otot. Tidak bisa menggerakkan anggota-anggota gerak tubuhnya.
Oleh The Guardian, pada 2006 lalu, Stephen Hawking pernah ditanya soal kondisi kecacatan atau ketakmampuannya untuk bergerak ini.
Ilmuwan itu menjawab bijak, “Bagi saya, marah pada cacat yang saya derita hanya membuang-buang waktu. Kita harus melanjutkan hidup ini dan saya berusaha untuk tidak marah. Orang-orang tidak akan mau menyisihkan waktu untuk Anda jika Anda selalu marah atau mengeluh.”
ADVERTISEMENT

Bagi saya, marah pada cacat yang saya derita hanya membuang-buang waktu. Kita harus melanjutkan hidup ini dan saya berusaha untuk tidak marah. Orang-orang tidak akan mau menyisihkan waktu untuk Anda jika Anda selalu marah atau mengeluh.

- Stephen Hawking

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan