kumparan
10 Maret 2019 15:25

9 Pemadam Kebakaran di Jerman Selamatkan Seekor Tikus yang Terjepit

Seekor tikus terjepi di lubang penutup jalan di Jerman Foto: Berufstierrettung Rhein Neckar/Facebook
Jika selama ini tikus dianggap sebagai hewan pengganggu atau bahkan hama yang mesti dibasmi, maka apa yang dilakukan para pemadam kebakaran di kota Bensheim, Jerman, bertentangan dengan anggapan tersebut.
ADVERTISEMENT
Mereka justru berjibaku untuk mengeluarkan tikus yang terjebak dalam sebuah lubang penutup got.
Sebelumnya, upaya penyelamatan tikus itu sudah coba dilakukan Michael Sehr, seorang penyelamat hewan yang tergabung dalam organisasi Berufstierrettung Rhein Neckar. Namun sayangnya upaya seorang diri itu gagal.
Proses evakuasi tikus yang terjepit Foto: Facebook via Freiwillige Feuerwehr Auerbach
Setelah itu, sembilan orang pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi kejadian. Mereka langsung melakukan serangkaian penyelamatan dengan mengangkat penutup got tersebut, lalu mencabut tikus gemuk itu dari lubang, dan melepaskannya kembali ke selokan.
“Hewan itu banyak timbunan lemak (di tubuhnya) akibat musim dingin dan terjebak. Ia tak bisa maju maupun mundur,” ujar Sehr seperti dikutip dari IFLScience.
Aksi penyelamatan yang berlangsung selama 25 menit itu kemudian diunggah ke laman Facebook Berufstierrettung Rhein Neckar. Beberapa orang memberikan respons positif, beberapa orang lainnya mengatakan kalau pembebasannya bertentangan dengan rencana untuk memusnahkan tikus.
ADVERTISEMENT
Menanggapi hal itu, Sehr mengatakan sudah selazimnya seseorang untuk menolong binatang yang sedang kesusahan, bahkan untuk seekor tikus yang tengah merintih kesakitan karena terjebak di sebuah lubang.
"Bahkan hewan yang dibenci pun dapat dihormati," katanya.
Tikus sendiri dianggap sebagai hama karena membawa banyak penyakit bagi kehidupan manusia. Menurut laporan Humane Society, di Amerika Serikat, lebih dari 15.000 gigitan tikus setiap tahunnya telah berkontribusi terhadap penyebaran penyakit tifus, leptospirosis, dan penyakit pes serta pneumonia.
Video
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan