Tekno & Sains
·
4 Mei 2021 9:10

Ada Mutasi Virus Corona Bisa Kabur dari Respons Imun Tubuh, Apakah Berbahaya?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Ada Mutasi Virus Corona Bisa Kabur dari Respons Imun Tubuh, Apakah Berbahaya? (148261)
searchPerbesar
Pekerja mengenakan alat pelindung diri (APD) menyiapkan kayu untuk pemakaman jenazah yang meninggal karena virus corona di sebuah krematorium, Mumbai, India, Kamis (15/4). Foto: Francis Mascarenhas REUTERS
Sekelompok ilmuwan India menemukan adanya mutasi virus corona yang memungkinkan si virus kabur dari respons imun tubuh. Kini, mutasi virus tersebut sudah ditandai untuk studi lebih lanjut tentang temuan tersebut.
ADVERTISEMENT
Adapun mutasi virus corona tersebut adalah varian B.1.617. Berdasarkan temuan ilmuwan India, varian ini dapat menghindari respons imun di dalam tubuh.
Temuan ini didapatkan ketika para ilmuwan sedang berupaya untuk menemukan lonjakan kasus yang terjadi di India saat ini. Oleh karena itu, mereka mempelajari apakah varian B.1.617 yang terdeteksi di negara itu adalah penyebabnya atau bukan.
Saat ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa varian virus corona di India adalah mutasi yang tidak mengkhawatirkan. Tidak seperti varian corona Inggris, Brasil dan Afrika Selatan yang lebih mudah menular.
Namun berdasarkan sequencing genom, WHO menemukan bahwa B.1.617 memiliki tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi daripada varian lain yang beredar di India.
Ada Mutasi Virus Corona Bisa Kabur dari Respons Imun Tubuh, Apakah Berbahaya? (148262)
searchPerbesar
Seorang wanita mengenakan masker berjalan melewati mural bergambar virus corona di New Delhi, India. Foto: Sajjad Hussain/AFP
Forum penasihat yang dikenal sebagai konsorsium Genetika SARS-CoV-2 India, alias INSACOG, kini telah menemukan lebih banyak mutasi pada virus corona. INSACOG menyatukan 10 penelitian laboratorium nasional.
ADVERTISEMENT

Apakah berbahaya?

Apakah mutasi virus corona yang mampu menghindari respons sistem imun tubuh yang baru ditemukan peneliti termasuk berbahaya?
Sementara para peneliti memutuskan masih perlu pelacakan dan memonitor lebih cermat terkait varian tersebut. Mereka belum menemukan alasan bahwa mutasi ini bisa berkembang lebih jauh atau berbahaya.
“Kami melihat beberapa mutasi muncul pada beberapa sampel. Virus yang bermutasi ini mungkin dapat menghindari respons imun dari vaksin,” kata Shahid Jameel, ketua kelompok penasehat ilmiah INSACOG dan ahli virologi top India.
India melaporkan ada lebih dari 400.000 kasus COVID-19 sejak Sabtu (1/5). Tsunami infeksi corona di India telah menghancurkan sistem kesehatan di beberapa negara termasuk ibu kota New Delhi. Saat ini, India pun kekurangan pasokan oksigen dan tempat tidur di rumah sakit.
ADVERTISEMENT