Anak-anak Ini Tak Sengaja Temukan Fosil Penguin Raksasa Setinggi Manusia

27 September 2021 13:03
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Penguin raksasa dari Zealandia. Foto: Simone Giovanardi
zoom-in-whitePerbesar
Penguin raksasa dari Zealandia. Foto: Simone Giovanardi
ADVERTISEMENT
Sekelompok anak sekolah dari Selandia Baru yang berhasil menemukan spesies baru penguin prasejarah raksasa saat melakukan perjalanan wisata.
ADVERTISEMENT
Mike Safey, yang waktu itu adalah presiden klub Hamilton Junior Naturalist, mengingat pada hari musim panas tahun 2006, dia mengajak sekelompok anak klubnya berburu fosil di Pelabuhan Kawhia di pantai barat pulau utara Selandia Baru.
“Kami mendayung ke tempat fosil itu berada, dan mulai mencari, kemudian cukup banyak anak-anak dan beberapa orang dewasa melihat benda ini di tepi pantai,” kata Safey, dikutip ABC News.
Safey bercerita penemuan itu terlihat seperti baru saja dipasang di batu lumpur di bawah tanda air pasang. Saat Chris Templer, ahli fosil klub, dipanggil untuk melihatnya, ia kaget dan berkata ‘Ini sesuatu yang penting!’.
Lima belas tahun kemudian, ternyata fosil yang mereka temukan adalah spesies baru penguin raksasa yang dijuluki Kairuku waewaeroa. Tinggi penguin ini sekitar 1,4 meter dan berenang di laut lepas Zealandia (benua ke-8 yang sudah tenggelam) sekitar 30 juta tahun yang lalu.
ADVERTISEMENT
“Ini merupakan perjalanan panjang penemuan untuk mengetahui benda apa ini,” kata Safey. “Kami sudah lama curiga, hanya karena ukurannya yang tipis ... itu akan menjadi sesuatu yang berbeda.”

Fosil yang Terawetkan Dengan Baik

Dalam analisis rinci yang telah terbit dalam Journal of Vertebrate Paleontology, fosil Kairuku waewaeroa adalah kerabat dekat penguin raksasa yang punah yang sebelumnya ditemukan di Selandia Baru.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
“Bukan hal yang aneh untuk menemukan fosil penguin raksasa di Selandia Baru, tetapi kebanyakan mereka berasal dari Pulau Selatan,” kata Daniel Thomas, salah satu penulis studi dari Universitas Massey.
Fosil penguin raksasa ini diklaim terawetkan dengan indah, sebagian karena tindakan cepat Safey dan anggota klubnya yang lain. "Kami kebetulan berada di sana ketika baru saja terkena erosi, sebelum benar-benar hancur," ujarnya.
Fosil K. waewaeroa Foto: Giovaardi dkk/Journal of Vertebrate Paleontology
zoom-in-whitePerbesar
Fosil K. waewaeroa Foto: Giovaardi dkk/Journal of Vertebrate Paleontology
Setelah pertama kali menemukan fosil, klub Safey kembali beberapa bulan kemudian untuk memotongnya dari bebatuan. Seharian bekerja keras, mereka akhirnya berhasil mengangkut balok batu yang berisi fosil di atas perahu untuk kembali ke daratan.
ADVERTISEMENT
Anggota klub lain, Templer, terus bekerja pada fosil itu sebelum disumbangkan ke Museum Waikato untuk diamankan.
“Kami sangat berterima kasih kepada klub Hamilton Junior Naturalist yang menemukannya, mengumpulkannya, dan merawatnya,” kata Thomas.

Hidup di Dunia yang Sudah Hilang

Untuk mengetahui lingkungan hidup penguin raksasa, para peneliti menggunakan pemindaian 3D untuk mendapatkan detail halus dari semua tulang. Mereka kemudian membandingkannya dengan perpustakaan digital fosil penguin lain, serta kerangka penguin hidup, untuk melihat di mana tempat mereka di pohon keluarga.
“Setiap kali kami melihat beberapa perubahan dalam proporsi tubuh seperti ini, kami langsung berpikir, apakah ada sesuatu yang menarik tentang ekologi [tempat tinggal penguin ini],” kata Thomas.
Fosil penguin ini berasal dari masa ketika sebagian besar Zealandia terendam. “Jadi tanah ini, kami temukan sekarang sebenarnya adalah dasar laut 35 juta tahun yang lalu dan air yang cukup dalam juga," ujar Thomas.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020