Arkeolog Bongkar Mumi Pompeii, Masih Ada Rambut dan Telinga

19 Agustus 2021 15:22 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Seorang arkeolog bekerja di sebelah kerangka mumi di situs pemakaman di Pompeii, Italia. Foto: Parco Archeologico Pompei via Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Seorang arkeolog bekerja di sebelah kerangka mumi di situs pemakaman di Pompeii, Italia. Foto: Parco Archeologico Pompei via Reuters
ADVERTISEMENT
Para arkeolog Spanyol dan Italia mengumumkan penemuan sisa-sisa kerangka di situs pekuburan kuno kota Pompeii. Jasad tersebut berada dalam kondisi baik dan tampaknya merupakan setengah mumi, di mana para ahli masih menemukan adanya rambut dan telinga.
ADVERTISEMENT
Mayat tersebut berjenis kelamin laki-laki dan diyakini berusia 60-an ketika meninggal. Adapun makam tempat jasad tersebut bersemayam berasal dari dekade terakhir Pompeii, sebelum kota tersebut dihancurkan oleh letusan Gunung Vesuvius pada 79 M.
Di depan bangunan makam, sebuah prasasti menjelaskan bahwa mayat yang tersimpan di sana bernama Marcus Venerius Secundio. Peneliti bilang, sosok Marcus Venerius Secundio juga muncul dalam arsip yang dibuat bankir Pompeii bernama Cecilius Giocondus.
Dalam arsip Cecilius, Marcus disebut sebagai mantan budak yang menjadi pendeta kaya usai dibebaskan. Ketika jadi pendeta, ia kerap melakukan ritual teater bernama Ludi dengan bahasa Latin dan Yunani. Prasasti di makamnya juga mengatakan bahwa ia merupakan seorang pelaksana Ludi.
Para arkeolog bekerja di situs pemakaman di mana sebagian kerangka mumi ditemukan di Pompeii, Italia. Foto: Parco Archeologico Pompei via Reuters
Tak pelak, penemuan makam Marcus membuat arkeolog antusias. Ini merupakan pertama kalinya para arkeolog menemukan bukti langsung keberadaan drama Ludi yang dilakukan di Pompeii dalam bahasa Yunani dan Latin.
ADVERTISEMENT
"Pertunjukan dalam bahasa Yunani yang diselenggarakan adalah bukti dari iklim budaya yang hidup dan terbuka yang menjadi ciri Pompeii kuno," kata Gabriel Zuchtriegel, direktur Taman Arkeologi Pompeii, dalam keterangan resminya.
Para ahli mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa jasad Marcus adalah salah satu kerangka terbaik yang pernah ditemukan di situs makam kuno Pompeii. Ia memiliki tanda-tanda mumifikasi parsial, dengan rambut dan telinga masih terlihat di tengkorak. Dua guci kremasi juga ditemukan di dalam makam.
Mumi Marcus dianggap penemuan yang tidak biasa bagi para arkeolog. Sebab, jenazah orang dewasa Pompeii umumnya dikremasi, bukan dijadikan mumi dan dikubur. Biasanya hanya jasad anak-anak saja yang dikuburkan di Pompeii.
Situs pemakaman di mana sebagian kerangka mumi ditemukan di Pompeii, Italia. Foto: Parco Archeologico Pompei via Reuters
Hingga saat ini, para arkeolog masih menyelidiki apakah pria itu benar dimumifikasi sebelum dimakamkan. Tekstil tertentu diketahui telah digunakan dalam pembalseman dan para arkeolog menemukan potongan-potongan kain di situs tersebut.
ADVERTISEMENT
Situs pemakaman tempat mumi Marcus bersemayam ditemukan pada abad ke-16. Meski demikian, penelitian di situs pekuburan ini baru dilakukan akhir-akhir ini.
Makam tersebut sekarang tidak dapat diakses oleh pengunjung. Pejabat Pompeii mengatakan mereka sedang mencari cara untuk membuka area tersebut untuk umum.
Pompeii sendiri terletak sekitar 23 km di tenggara Napoli. Ia merupakan kota kuno yang menjadi rumah bagi 13.000 orang ketika letusan Gunung Vesuvius menguburnya di bawah abu, kerikil batu apung dan debu.