Tekno & Sains
·
20 November 2020 14:39

Asteroid Sebesar Stonehenge Hampir Tabrak Bumi Tanpa Terdeteksi

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Asteroid Sebesar Stonehenge Hampir Tabrak Bumi Tanpa Terdeteksi (13415)
ilustrasi asteroid. Foto: commons.wikimedia.org
Sebuah asteroid melintas sangat dekat dengan planet Bumi pada hari Jumat (13/11) lalu. Hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri karena para ilmuwan di seluruh dunia baru sadar satu hari setelahnya.
ADVERTISEMENT
Asteroid 2020 VT4 terbang sekitar 400 kilometer di atas Samudra Pasifik. Asteroid tersebut terdeteksi pada hari Sabtu (14/11) waktu setempat oleh Mauna Loa Observatory di Hawaii, Amerika Serikat.
Asteroid tersebut memang tidak berukuran terlalu besar. Ukurannya ‘hanya’ 5-10 meter atau seukuran batu tertinggi di situs Stonehenge yang memiliki panjang 30 kaki (9 meters). Bumi sebenarnya sangat beruntung karena planet kita hanya terpaut sedikit saja dari lajur terbang asteroid tersebut.
Bahkan, asteroid ini memecahkan rekor sebagai asteroid yang melintas paling dekat dengan planet Bumi dalam sejarah. Asteroid 2020 VT4 mengalahkan rekor sebelumnya, asteroid 2020 QG, yang melintas dengan jarak 3 ribu kilometer dari planet Bumi.
Jarak tersebut, ditambah dengan fakta bahwa kita gagal mendeteksinya sebelum asteroid mendekat, tentu sangat mengkhawatirkan. Hal ini mengingatkan kita betapa banyaknya asteroid di luar angkasa yang bisa menghantam planet Bumi.
ADVERTISEMENT
Sebagai konteks, Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) terbang juga pada jarak 400 kilometer di atas permukaan Bumi. Dilansir Universe Today, lintasan ISS dan asteroid VT4 hanya berjarak sekitar 109 meter!
Para astronaut di ISS dapat dipastikan bisa melihat asteroid VT4 melintas di langit Bumi. Asteroid tersebut terlihat cukup terang bagi astronaut di sana.
Beruntung bagi kita, melintasnya asteroid ini tidak menabrak atau memengaruhi manusia di planet Bumi dan juga ISS. Asteroid VT4 saat ini berada di orbit planet Venus. Asteroid ini diprediksi akan kembali mendekati Bumi pada tanggal 13 November 2052 dengan jarak sekitar 2,9 juta kilometer dari Bumi.
(EDR)