kumparan
9 Februari 2020 10:02

Astronom Ungkap Misteri Sinyal Radio Luar Angkasa yang Diterima Bumi

Ilustrasi Galaksi
Ilustrasi Galaksi. Foto: NASA
Sebuah ledakan sinyal gelombang radio di dekat galaksi Bima Sakti pada 2007 silam sempat menyisakan misteri. Setelah menjalani riset mendalam selama lebih dari satu dekade, para astronom berhasil menyingkap asal-usul sinyal yang disebut fast radio burst (FRB) itu.
ADVERTISEMENT
Berkat kesungguhan para ilmuwan astronomi, terungkap bahwa sumber ledakan misterius itu berasal dari galaksi yang berjarak sekitar 500 juta tahun cahaya dari Bumi. Menurut sebuah studi terbaru yang diterbitkan di jurnal sains arXiv, semburan radio cepat berdetak layaknya jarum jam dan itu berlangsung selama 16 hari.
Bagi para ilmuwan, FRB selalu menjadi objek riset di alam semesta yang paling menggiurkan selama beberapa tahun terakhir. Terutama, semenjak gelombang berkekuatan dahsyat ini tertangkap pertama kalinya oleh teleskop radio para pengamat astronomi pada 13 tahun lalu.
Bintang-bintang di Galaksi Bima Sakti
Ilustrasi galaksi Bima Sakti Foto: Skeeze via Pixabay
Namun, hingga saat ini, ada satu hal yang selalu membuat penasaran para ilmuwan. Sebab, hanya ada satu ledakan yang terjadi berulang kali dari keseluruhan ledakan yang ada. Dalam rentang waktu antara September 2018 hingga Oktober 2019, pengamat astronomi yang bertugas mengawasi FRB memanfaatkan teleskop CHIME di British Columbia, Kanada.
ADVERTISEMENT
Dari hasil pengamatan, ditemukan siklus ledakan yang terjadi berulang itu mencapai total 16 hari. Dengan pola, empat hari lalu berhenti. Selanjutnya muncul kembali hingga 12 hari berikutnya.
Salah satu ledakan yang berhasil diidentifikasi para ilmuwan kala kemudian dijuluki sebagai FRB 180916.J0158+65. Para ilmuwan menyimpulkan bahwa FRB 180916.J0158+65 memiliki ritme yang beraturan.
"Kami menyimpulkan bahwa ini adalah periodisitas pertama yang terdeteksi dalam sekian banyak jenis FRB yang bersumber dari manapun," ujar perwakilan dari tim ilmuwan, sebagaimana diberitakan Vice. "Penemuan periodisitas 16,35 hari dari FRB berulang merupakan petunjuk penting untuk sifat dari objek ini."
ilustrasi teleskop radio
teleskop radio Foto: Ma5tt via Pixabay
Baru-baru ini, para ilmuwan juga tengah melacak keberadaan FRB lainnya yang disebut SDSS J015800.28 + 654253.0, yang jaraknya sekitar setengah miliar tahun cahaya dari Bumi. Namun FRB 180916.J0158 + 65 masih menjadi semburan radio cepat terdekat yang pernah terdeteksi.
ADVERTISEMENT
Teleskop CHIME tampaknya sangat menjanjikan untuk mengungkap secara rinci satu per satu jenis ledakan sinyal gelombang radio yang ada di alam semesta. Meski begitu, para ilmuwan masih berada dalam tanda tanya besar soal apa yang memicu ledakan. Setidaknya, penemuan tentang periode salah satu sumber ledakan bisa memberikan petunjuk penting bagi para astronom di masa depan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan