kumparan
18 Oktober 2019 7:07

Bahaya Pakai Pasta Gigi di Kelamin: Iritasi Sampai Mandul

Pasta gigi
Ilustrasi pasta gigi. Foto: Shutterstock
Ahli medis secara tegas melarang penggunaan pasta gigi yang selama ini diklaim mampu untuk mengencangkan vagina. Seorang dokter di Nigeria menuturkan tentang dampak bahaya dari berkembangnya mitos tersebut di kalangan wanita di negara Afrika Barat itu.
ADVERTISEMENT
Oluwe Yusuf, nama dokter itu, memperingatkan bahwa penggunaan pasta gigi pada alat vital wanita bisa menyebabkan peradangan, iritasi, bahkan yang paling parah adalah kemandulan.
“Pasta gigi bisa membakar kulit dan bersifat terlalu abrasif untuk bagian tubuh yang sensitif seperti vagina. Menggunakannya di alat vital berarti menghancurkan organisme yang berfungsi untuk melindungi vagina dari kemungkinan infeksi,” papar Yusuf kepada PM News Nigeria, sebagaimana dilansir IFL Science.
“Saat vagina tidak bisa lagi melindungi dirinya sendiri, tubuh akan rentan terhadap infeksi yang nantinya merusak pembuluh dan menghalangi kemungkinan untuk hamil,” sambungnya.
Yusuf pun mengimbau kepada kaum Adam untuk tidak mempermalukan wanita hanya karena vagina yang kendur, sehingga mereka terdorong melakukan hal-hal berbahaya demi membuat alat vitalnya kembali kencang.
Ilustrasi vagina
Ilustrasi vagina. Foto: Shutterstock
Peringatan terhadap penggunaan pasta gigi pada alat vital berlaku pula untuk para pria. Dengan alasan untuk menunda ejakulasi, banyak pria yang juga mengoleskan pasta gigi pada penis mereka. Praktik seperti ini pun sama sekali tak dibenarkan dalam dunia medis.
ADVERTISEMENT
Menurut keterangan salah seorang ahli medis kepada OZFM, peppermint beserta bahan kimia, termasuk zat pemutih, pada pasta gigi bisa membuat kulit sensitif menjadi iritasi saat diletakkan di alat kelamin. Risiko lain yang bisa ditimbulkan adalah kulit terasa seperti terbakar dan bukan tidak mungkin menyebabkan kulit lecet.
Mitos tentang pasta gigi yang dimasukkan ke dalam vagina sebelum berhubungan intim agar bisa mencegah kehamilan juga merupakan kekeliruan besar. Para ahli medis kembali menegaskan bahwa pasta gigi hanya berfungsi untuk membersihkan gigi.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan