kumparan
search-gray
Tekno & Sains8 Februari 2018 8:25

Banyak Virus Jatuh dari Langit

Konten Redaksi kumparan
Virus
Virus (Foto: Pixabay)
Salah satu kenikmatan bangun pagi adalah bisa menikmati udara pagi yang segar dan masih bebas polusi. Tetapi ternyata, udara pagi hari tak sebersih yang kita duga sebab ada studi yang menjelaskan bahwa banyak virus yang jatuh dari langit ke Bumi secara terus menerus.
ADVERTISEMENT
Dilansir BGR, sebuah riset baru yang dipublikasikan di International Society for Microbial Ecology Journal, menemukan bahwa atmosfer Bumi adalah sebuah ‘alat transportasi' ideal bagi penyebaran virus.
Ratusan juta virus terbawa oleh angin ribuan kilometer sebelum akhirnya jatuh ke permukaan Bumi
"Tiap hari lebih dari 800 juta virus terdeposit pada tiap meter persegi di lapisan atas planet ini, itu artinya ada 25 virus bagi tiap orang di Kanada," ujar Curtis Suttle, ahli virologi dari University of British Columbia.
"Kurang lebih 20 tahun lalu kita mulai menemukan virus dengan kemiripan genetika muncul di lingkungan yang sangat berbeda di seluruh dunia. Virus dalam jumlah besar yang berpindah melalui atmosfer ini bisa menjelaskan mengapa sangat mungkin bagi virus untuk masuk ke suatu atmosfer dan terdeposit di benua lainnya," paparnya.
Langit biru cerah
Langit biru cerah. (Foto: Ant Rozetsky/Unsplash)
Untuk studi ini para peneliti mengumpulkan sampel dari pegunungan Sierra Nevada di California, AS. Di sana mereka menemukan miliaran virus dan bakteri yang kebanyakan berada di atas sana akibat disembur oleh kuatnya lautan, bahkan hingga mencapai angkasa.
ADVERTISEMENT
Virus dan bakteri ini kemudian jatuh kembali ke Bumi, seringkali akibat hujan ataupun awan debu. Virus dan bakteri itu juga seringkali terbawa ke troposfer yang berada tepat di bawah lapisan stratosfer, yang merupakan tempat pesawat terbang sering melintas.
Meski banyak virus serta bakteri yang berada di atmosfer dan memiliki kemungkinan mendarat di tubuh kita, keberadaan mereka tidak mengancam kesehatan. Sebab, sebagian besar virus serta bakteri tersebut tidak akan mampu menyerang sel tubuh kita.
Menurut studi ini, keberadaan virus di atmosfer adalah untuk menjaga keberagaman virus di dunia.
"Kedatangan bakteri serta virus dalam jumlah besar dari atmosfer dapat memiliki efek bagi struktur dan juga fungsi dari ekosistem yang menerimanya," tulis tim peneliti.
ADVERTISEMENT
"Dibandingkan efek negatif, endapan ini menyediakan sebuah bank benih yang akan membantu suatu ekosistem untuk dengan cepat beradaptasi dengan perubahan lingkungan."
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white