Tekno & Sains
·
18 September 2020 14:12

Benarkah Tak Pakai Masker Saat Sendiri di Mobil Berisiko Terpapar Corona?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Benarkah Tak Pakai Masker Saat Sendiri di Mobil Berisiko Terpapar Corona? (15420)
Ilustrasi pengemudi tak memakai masker di mobil saat sendirian. Foto: Shutter Stock
Belakangan, jagat dunia maya dihebohkan dengan video seorang wanita yang terkena razia PSBB saat mengendarai mobil di sekitar danau Sunter, Jakarta Utara. Video itu diunggah oleh akun Instagram Evani Jesslyn pada Rabu (16/9).
ADVERTISEMENT
Kepada kumparan Evani menuturkan, saat itu ia tengah menyetir sendiri di dalam mobil. Ketika dirinya menarik masker, ia terjaring oleh petugas PSBB. Evani lantas dibawa ke sebuah posko untuk mengikuti sidang pelanggaran tersebut. Saat sampai posko, Evani melihat sejumlah protokol kesehatan yang dilanggar, termasuk oleh petugas sendiri.
Yang jadi pertanyaan banyak pihak adalah, benarkah tidak memakai masker saat sendiri di mobil bisa berbahaya?
Berdasarkan keterangan WebMD, sebenarnya warga tidak perlu memakai masker saat sendirian di mobil karena tidak ada risiko penularan. Menggunakan masker menjadi penting saat kamu berkendara bersama orang lain, terutama mereka yang tidak tinggal serumah.
Selain itu, memakai masker juga penting ketika kamu berkendara dengan orang sakit, sekalipun itu bukan virus corona. Namun, jika kamu tetap merasa cemas saat berkendara sendiri, tidak ada salahnya untuk terus menggunakan masker saat pergi ke luar rumah.
ADVERTISEMENT

Ahli epidemiologi soal risiko tak pakai masker saat sendiri di mobil

Sementara menurut ahli epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Iwan Ariawan, memakai masker saat berkendara memang menjadi sebuah kewajiban di situasi pandemi seperti.
Ia menjelaskan, pada dasarnya memakai masker saat berkendara bertujuan untuk mengurangi risiko penularan virus corona. Berkendara sendiri punya potensi penularan virus corona yang sangat rendah, maka tidak menggunakan masker bukan menjadi sesuatu yang fatal.
“Kalau mobil tersebut hanya berisi penumpang orang serumah atau sendiri, memang tidak perlu memakai masker. Tapi kalau ada penumpang lain yang tidak tinggal satu rumah, kemudian naik mobil tersebut, risiko tertular melalui droplet yang tersirkulasi melalui AC itu ada,” ujar Iwan saat dihubungi kumparanSAINS, Jumat (18/9).
Benarkah Tak Pakai Masker Saat Sendiri di Mobil Berisiko Terpapar Corona? (15421)
Mengenakan masker saat liburan menggunakan kendaraan pribadi Foto: Shutter stock
Meski begitu, Iwan menegaskan, dalam situasi pandemi seperti ini sebaiknya semua orang menaati peraturan yang ada. Sebab, dalam segi peraturan petugas yang merazia tidak bisa memastikan sebuah mobil tidak pernah ditumpangi orang lain pada hari yang sama. “Bagaimana memastikan mobil tersebut bukan grab atau gojek, atau mobil sewaan?” kata Iwan.
ADVERTISEMENT
Selain itu, dikhawatirkan terjadi penularan saat mobil ditumpangi orang tanpa gejala (OTG), termasuk sopir yang tidak memakai masker.
“Meski kecil, tapi ada kemungkinan penularan virus corona dari sopir OTG itu ada. Misalnya ketika sopir OTG tidak memakai masker saat menyetir sendirian, terus mengeluarkan droplet. Droplet hinggap di kursi dan benda lain di dalam mobil, kemudian ada orang lain yang menumpang dan tertular dari droplet yang hinggap di kuris dan benda sekitar,” kata Iwan.
Benarkah Tak Pakai Masker Saat Sendiri di Mobil Berisiko Terpapar Corona? (15422)
Petugas Satpol PP mengimbau kepada pengendara untuk menggunakan masker dengan baik dan benar dalam Operasi Yustisi Protokol COVID-19 di kawasan Pasar Jumat, Jakarta, Senin (14/9). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO
Oleh karena itu, dalam penegakkan peraturan tidak ada pengecualian. Protokol kesehatan sebaiknya tetap dipatuhi oleh setiap orang supaya mendisiplinkan dan membiasakan orang-orang memakai masker dalam situasi apapun ketika berada di luar rumah, termasuk pemobil yang sendirian.
ADVERTISEMENT
Ini berlaku bagi semua orang, tidak terkecuali pejabat pemerintah atau orang yang punya titel tinggi. “Perlu ditekankan, dalam penegakan sanksi juga harus konsisten pada semua orang, termasuk rapat-rapat kementerian, dinas, atau kantor, semua harus patuh,” katanya.