kumparan
6 Oktober 2019 13:32

Bola Api Misterius Hujani Chile

Ilustrasi Meteor
Ilustrasi bola api. Foto: Pixabay
Minggu lalu, tepatnya pada 25 September 2019, bola api misterius melesat melintas di langit Chile. Benda itu kemudian mendarat di sebuah tempat hingga membuat tanah di sekitarnya terbakar. Apa dan dari mana benda itu berasal, hingga saat ini masih menjadi misteri, sebab analisis pertama menunjukkan bahwa benda aneh tersebut bukanlah meteorit.
ADVERTISEMENT
Menurut keterangan saksi mata, saat kejadian, mereka melihat bola api yang menyala laiknya meteor, melesat dengan kecepatan tinggi hingga menerangi langit Pulau Chiloe.
Tidak lama kemudian, benda itu menghantam daratan, dan menyebabkan kebakaran di semak-semak kecil. Setidaknya ada tujuh lokasi yang menjadi tempat pendaratan benda-benda misterius tersebut.
Menurut Jose Maza, seorang ahli astrofisika mengatakan kepada stasiun televisi nasional TVN, benda itu kemungkinan besar adalah meteorit atau puing-puing pesawat ruang angkasa. Namun, setelah ahli geologi dari National Geology and Mining Service Chili menganalisis tujuh lokasi di kota Dalchue, yang menjadi tempat pendaratan benda-benda tersebut, mereka tidak menemukan tanda-tanda bahwa itu adalah meteor.
“Para ahli ekologi pergi ke lokasi untuk memeriksa area terdampak. Mereka bekerja di tujuh titik yang menjadi pendaratan benda-benda tersebut di sebuah semak-semak yang terbakar, dan mereka tidak menemukan sisa-sisa atau bukti meteorit jatuh,” papar para ahli dalam laporannya, seperti dikutip dari IFL Science.
Ilustrasi hujan meteor
Ilustrasi hujan bola api. Foto: Flicker/Jeff Sullivan
Di sisi lain, para ahli geologi mengatakan kepada TVN, bahwa mereka telah mengumpulkan sampel tanah untuk dianalisis lebih menyeluruh, dan akan merilis hasilnya dalam beberapa minggu ke depan. Saat ini, untuk sementara benda tersebut dikatakan sebagai benda terbang tak dikenal (Unidentified Flying Object/UFO).
ADVERTISEMENT
Oleh karena benda itu tidak mungkin dikategorikan sebagai alien, dan analisis meteorit juga telah dikesampingkan, maka skenario yang paling mungkin bahwa benda tersebut adalah puing-puing dari pesawat antariksa yang jatuh ke bumi.
Kejadian jatuhnya puing-puing pesawat ruang angkasa ke atmosfer Bumi sebenarnya bukan kali ini saja terjadi. Sebagian besar dari benda ini biasanya mendarat di lautan atau tempat terpencil yang tak berpenghuni.
Jarang sekali puing-puing pesawat luar angkasa menghantam daratan yang berpenghuni, dan sejauh ini, tidak ada laporan yang menyatakan bahwa benda-benda tersebut pernah membunuh atau membuat orang terluka.
Satu-satunya kejadian yang pernah diketahui terkait tabrakan dari puing-puing pesawat ruang angkasa ini adalah kejadian yang menimpa lima pelaut Jepang di sebuah kapal yang ditabrak oleh potongan-potongan pesawat ruang angkasa Rusia pada tahun 1969, serta peristiwa aneh yang terjadi pada 1997, di mana seorang wanita di AS ditabrak oleh benda yang keluar dari penguat roket Delta 2.
ADVERTISEMENT
Sedangkan peristiwa jatuhnya pusing pesawat ruang angkasa yang paling terkenal, adalah peristiwa yang melibatkan stasiun ruang angkasa Mir dan Skylab. Stasiun luar angkasa pertama Amerika, Skylab, diketahui jatuh ke Bumi pada tahun 1979, dan sebagian dari puingnya mendarat di Australia Barat.
Sementara stasiun ruang angkasa milik Rusia, Mir, jatuh ke bumi pada tahun 2001. Benda itu sekaligus menjadi objek terbesar yang pernah jatuh dan masuk ke atmosfer Bumi. Beruntung, ia mendarat di Samudera Pasifik.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan