kumparan
25 Apr 2018 13:10 WIB

Buku Bertanda Tangan Stephen Hawking Sebelum Lumpuh Dilelang

Stephen Hawking (Foto: REUTERS)
Sebuah buku yang ditandatangani oleh fisikawan ternama abad ke-21, Stephen Hawking, pada 1973 lalu akan dilelang. Yang unik dari buku ini adalah Hawking menandatanganinya sebelum ia mengalami lumpuh akibat amyotrophic lateral sclerosis (ALS) atau sklerosis lateral amiotrfik.
ADVERTISEMENT
Buku 'The Archaeology of the Industrial Revolution' merupakan hadiah perpisahan dari Hawking beserta rekan kerjanya di University of Cambridge, Inggris, kepada salah seorang temannya di kantor.
Tak lama setelah menandatangani buku itu, tubuh Hawking menjadi lumpuh. Hawking didiagnosis menderita ALS sejak usianya masih 21 tahun, dan divonis dokter umurnya tak akan bertahan lama.
Buku ini bakal dilelang di rumah lelang Nate D. Sanders Auction di Los Angeles, AS, pada Kamis (26/4) pukul 20.00 waktu setempat. Harga awalnya sendiri mulai 28 ribu dolar AS atau sekitar Rp 388 juta.
Tanda tangan Hawking yang dilelang. (Foto: Nate D. Sanders.)
Rumah lelang tersebut menjelaskan bahwa tanda tangan itu adalah suatu barang yang "menakjubkan, diambil pada masa singkat ketika kondisi Hawking menurun namun pencapaian intelektualnya meningkat dengan sangat cepat."
ADVERTISEMENT
Di tahun yang sama, Hawking juga mempublikasikan buku pertamanya yang berjudul 'The Large Scale Structure of Space-Time' yang dikerjakan bersama dengan ahli kosmologi George Ellis. Buku tersebut terbilang sukses dan telah dicetak beberapa kali.
Hawking menghabiskan sebagian besar hidupnya mendalami ilmu fisika. Beberapa temuan dan teorinya mengenai lubang hitam serta mekanika kuantum telah membantu kita untuk memahami alam semesta.
Ia meninggal pada 14 Maret 2018 di usia 76 tahun. Setelah jasadnya dikremasi, abunya dimakamkan bersama dengan para ilmuwan ternama lainnya seperti Isaac Newton di Westminster Abbey, salah satu gereja bersejarah di Inggris.
Memang tanda tangan di buku yang tengah dilelang ini adalah suatu peninggalan unik Hawking. Namun ada peninggalan lain yang lebih berarti bagi kita semua, yaitu ilmu pengetahuan untuk mengungkap misteri alam semesta.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan