kumparan
24 Januari 2018 10:17

CancerSEEK, Tes Darah Terbaru yang Bisa Deteksi 8 Jenis Kanker

Ilustrasi laboratorium (Foto: jarmoluk via Pixabay)
Peneliti berhasil mengembangkan suatu tes darah baru yang dapat mendeteksi delapan jenis kanker. Terobosan ini dapat membantu para dokter untuk mendeteksi kanker di stadium awal dan mempermudah pengobatan bagi para pasien.
ADVERTISEMENT
Dilansir Live Science, tes darah baru yang dinamai CancerSEEK ini dinyatakan dapat menemukan sebuah zat di darah yang diduga sebagai tanda adanya kanker. Menurut studi yang dipublikasikan pada jurnal Science, CancerSEEK dapat menemukan 16 jenis gen penyebab kanker.
"Tujuan utamanya adalah pada waktu yang sama saat Anda diperiksa kadar kolesterol, darah Anda juga dapat diperiksa untuk kanker," kata Joshua Cohen, peneliti studi yang juga merupakan mahasiswa doktoral kedokteran di Johns Hopkins University School of Medicine.
Temuan ini mampu mendeteksi lima jenis kanker yang sebelumnya tidak dapat ditemukan melalui tes, yaitu kanker rahim, perut, esofagus, hati, dan pankreas. Biasanya kanker jenis tersebut tidak memiliki simtom atau gejala yang terlihat sampai mereka mencapai stadium tinggi. Padahal ketika sudah mencapai stadium tersebut, pengobatan sudah sangat sulit untuk dilakukan.
ADVERTISEMENT
Berbeda dengan Tes Kanker Sebelumnya
Yang membuat CancerSEEK berbeda dengan tes pendeteksi kanker yang terdahulu adalah penggunaan dua indikator, yaitu gen dan protein, untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.
Cohen menjelaskan bahwa CancerSEEK menggunakan algoritma kecerdasan buatan untuk menganalisis kombinasi dari gen dan protein di darah untuk mendeteksi jenis kanker apa yang dimiliki pasien.
Tes darah. (Foto: Wikimedia Commons)
Hal ini sangat membantu bagi pasien dan dokter. Dokter umum dapat melakukan tes tersebut pada pasien, dan jika pada hasil tes salah satu jenis kanker muncul, dokter akan merujuk pasien untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Untuk mempelajari seberapa efektif tes ini dapat bekerja, para peneliti melakukan uji coba pada 1.000 pasien yang telah didiagnosis dengan kanker stadium awal yang belum menyebar. Selain itu, para peneliti juga memasukkan 800 orang pasien tanpa kanker ke dalam uji coba tersebut.
Kanker disebabkan oleh gaya hidup (Foto: Thinkstock)
Secara keseluruhan, tes tersebut berhasil mendeteksi kanker dengan tingkat akurasi antara 69 hingga 98 persen. Bahkan semakin tinggi stadium kanker, semakin tinggi pula akurasinya.
ADVERTISEMENT
Sayangnya, tes ini kurang efektif dalam mendeteksi kanker stadium awal. Tingkat kesuksesannya hanya 40 persen saat mendeteksi kanker stadium awal.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan