Tekno & Sains
·
16 November 2020 11:35

Celengan Berusia 1.000 Tahun Ditemukan, Isinya Emas Kuno

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Celengan Berusia 1.000 Tahun Ditemukan, Isinya Emas Kuno (87854)
Penemuan koin emas di Yerusalem. Foto: Dafna Gazit/Israel Antiquities Authority
Arkeolog Israel berhasil menemukan kendi celengan kuno. Di dalamnya terdapat empat keping emas yang telah disimpan kurang lebih 1.000 tahun.
ADVERTISEMENT
Kendi celengan yang ditemukan di situs bersejarah Yerusalem itu terbuat dari tanah liat. Ukurannya tak lebih besar dari cangkir kopi.
Beberapa minggu setelah ditemukan, David Gellman, seorang arkeolog dari Israel Antiquities Authority (IAA), mencoba menganalisis kendi dengan mengangkat benda dari tempat asalnya. Namun, betapa terkejutnya dia ketika menemukan segenggam koin emas keluar dari kendi tersebut.
"Ini adalah pertama kalinya dalam karir saya sebagai arkeolog saya menemukan emas, dan itu sangat menarik," kata Gellman dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dikutip Live Science.
Celengan Berusia 1.000 Tahun Ditemukan, Isinya Emas Kuno (87855)
Robert Kool tengah menganalisis koin emas yang ditemukan di dalam kendi. Foto: Shai Haleva/Israel Antiquities Authority
Menurut IAA, koin emas telah memberikan petunjuk kepada para arkeolog untuk menentukan kapan benda itu dibuat. Keempatnya diduga berasal dari tahun antara 940 hingga 970 Masehi. Menurut catatan sejarah, era tersebut merupakan tonggak terjadinya perubahan politik yang cukup besar, ketika dinasti Syiah Fatimiyah menaklukkan Mesir, Suriah, dan Israel yang sebelumnya berada di bawah kekuasaan dinasti Sunni Abbasiyah.
ADVERTISEMENT
Koin emas telah mewakili masa transisi ini, di mana dua emas dicetak di kota Ramla di Israel tengah selama pemerintahan Khalifah Sunni al-Muti dengan gubernur bernama Abu Ali al-Qasim bin al-Ihshid Unujur (dieja Abu’I-Qasim Unujur bin al-ikhshid) yang memimpin antara 946 M hingga 961 M.
Sementara dua lainnya dicetak di Kairo pada masa pemerintahan penguasa Syiah al-Mu’izz antara 953-975 M dan penggantinya al-Aziz sekitar tahun 975-996 M. “Koin emas terawetkan dengan sempurna, bahkan tidak perlu dibersihkan untuk diidentifikasi,” kata Robert Kool, seorang ahli koin di IAA.
“Ini adalah pertama kalinya dalam 50 tahun kumpulan emas dari periode Fatimiyah ditemukan di Kota Tua Yerusalem. Uang itu mungkin mewakili seluruh tabungan seseorang, atau mungkin hanya sebagian kecil dari kekayaan keluarga, tergantung siapa yang menyimpannya,” tambah dia.
Celengan Berusia 1.000 Tahun Ditemukan, Isinya Emas Kuno (87856)
Empat koin emas yang ditemukan di dalam sebuah celengan babi atau kendi. Foto: Dafna Gazit/Israel Antiquities Authority
Pada masa itu, kata Kool, empat dinar merupakan jumlah uang yang cukup besar. Apalagi bagi masyarakat yang hidup kekurangan atau orang-orang miskin. “Itu sama dengan gaji bulanan pejabat muda atau gaji empat bulan untuk pekerja biasa,” ujar Kool.
ADVERTISEMENT
“Tetapi orang lain akan menghasilkan lebih banyak dinar. Seorang pejabat senior bendahara misalnya, bisa mendapatkan 7.000 dinar emas dalam sebulan dan juga menerima penghasilan tambahan dari perkebunan pedesaannya yang mencapai ratusan ribu dinar emas per tahun,” ungkapnya.
Penemuan ini muncul setelah ditemukan sejumlah koin emas berusia 1.100 tahun di Israel pada musim panas lalu, serta harta tersembunyi berusia 1.200 tahun di kota Yavne, Israel, pada Januari 2020.