Cetak Rekor, Pepper X Jadi Cabai Terpedas di Dunia
·waktu baca 3 menit

Pepper X resmi dinobatkan sebagai cabai terpedas di dunia oleh Guinness World Record resmi menobatkan Pepper X sebagai cabai terpedas di dunia, dengan tingkat kepedasan 2.693.000 Scoville Heat Unit (SHU). Cabai ini mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh Carolina Reaper dengan kepedasan rata-rata 1,64 juta SHU.
Pepper X meraih gelar sebagai pemegang rekor baru cabai terpedas di dunia di Hot Ones yang disiarkan di YouTube. Cabai itu ditanam oleh Ed Currie, petani cabai legendaris dan pendiri PuckerButt Pepper Company yang juga merupakan otak di balik Carolina Reaper.
Currie menjelaskan bagaimana dirinya mengembangkan cabai baru melalui pembiakan selektif selama 10 tahun, menggabungkan cabai dengan kualitas paling pedas, lalu menunggu tanaman cabai hibrida menjadi stabil dengan sifat yang bisa diprediksi dan buah yang konsisten.
Semua ini adalah puncak dari kerja keras banyak orang. Kata orang, hal ini tak bisa dilakukan. Mereka menyebut kami pembohong dan kami membuktikan kepada mereka bahwa Pepper X sebenarnya adalah cabai terpedas di dunia, resmi dari Guinness.”
- Ed Currie, petani cabai legendaris dan pendiri PuckerButt Pepper Company -
“Seluruh waktu dan upaya yang kami lakukan di pertanian untuk memastikan cabai ini stabil dan menjadi cabai terpedas di dunia kini telah tervalidasi. Saya tak bisa memberitahumu betapa bahagianya saya saat ini. Saya sungguh seperti ingin berlari mengelilingi gedung.”
Currie, bersama dua penggemar cabai dan pembawa acara Hot Ones, mencoba menyantap satu Pepper X utuh dalam video. Hasilnya, mereka benar-benar kepedasan.
Sebagai pembanding, jika Pepper X memiliki tingkat kepedasan mencapai 2.693.000 SHU, maka cabai merah besar hanya sekitar 30.000 - 50.000 SHU. Sudah kebayang kan bagaimana pedasnya?
Senyawa aktif pada cabai yang bikin dia terasa pedas adalah capsaicin. Tanaman mengembangkan bahan kimia capsaicin ini bertujuan untuk mencegah hewan memakannya. Namun, manusia telah mengembangkan selera terhadap senyawa tersebut. Saat senyawa capsaicin masuk ke mulut, itu akan memicu aliran endorfin dalam jumlah yang pas.
Endorfin berperan dalam mengurangi rasa sakit dan memberikan perasaan senang atau euforia. Banyak orang beranggapan bahwa sebagian besar capsaicin ditemukan dalam biji cabai, tapi ternyata senyawa ini paling melimpah di jaringan plasenta yang menampung bijinya. Ia juga ditemukan dalam konsentrasi tinggi di sepanjang lapisan tipis yang melapisi bagian dalam cabai.
Adapun Scoville Heat Unit adalah satuan pengukuran pedas pada makanan. Untuk menguji kepedasan lada, lada kering dengan berat tertentu dilarutkan dalam alkohol untuk mengekstrak komponen panas (kapsaisinoid), kemudian diencerkan dalam larutan air gula.
Penurunan konsentrasi capsaicin yang diekstraksi dituangkan kepada panel yang terdiri dari lima pencicip khusus, sampai mayoritas (setidaknya tiga) tidak dapat lagi mendeteksi panas dalam pengenceran. Tingkat panas didasarkan pada pengenceran ini, dengan kelipatan 100 SHU.
