kumparan
18 Februari 2020 17:49

China 'Cuci dan Hancurkan' Uang Demi Cegah Virus Corona

PTR, Petugas medis, virus corona, Hubei, China
Petugas medis menaiki ambulans di Wuhan di Provinsi Hubei, China. Foto: Chinatopix via AP
Virus corona masih mewabah di China. Sebagai langkah antisipasi virus, bank sentral setempat mengimplementasikan strategi baru berupa sterilisasi dan penghancuran uang yang terkontaminasi oleh novel coronavirus.
ADVERTISEMENT
Rencana ini diumumkan oleh People’s Bank China sebagai regulator perbankan Negeri Tirai Bambu pada Sabtu (15/2), seperti dikutip CNN.
Dalam pernyataan resminya, setiap bank di China diperintahkan untuk mensterilkan seluruh uang tunai dengan sinar ultraviolet dan suhu tinggi, kemudian menyimpannya selama 7-14 hari sebelum diedarkan kepada nasabah. Aturan tersebut sebagai upaya mengendalikan penyebaran virus corona.
Mata uang China Yuan
Mata uang China Yuan Foto: Reuters/Thomas White
Aturan ini juga berlaku untuk uang yang sudah terlanjur beredar di masyarakat. Misal, uang yang berasal dari area dengan risiko terinfeksi tinggi, seperti rumah sakit dan pasar basah, akan diperlakukan secara khusus dan dikirim kembali ke bank sentral, alih-alih disirkulasi ulang.
Bank sentral cabang Guangzhou bahkan akan langsung menghancurkan uang yang dinilai berpotensi tercemar virus, tanpa sterilisasi terlebih dahulu. Untuk menebus pasokan uang, bank akan mengeluarkan sejumlah besar uang tunai baru yang dijamin steril dan bersih.
ADVERTISEMENT
Kebijakan otoritas China tersebut lantas menimbulkan tanda tanya: Mengapa uang diwajibkan untuk melewati proses sterilisasi?
Pemeriksaan Kendaraan di Wuhan
Petugas kepolisian menggunakan masker dan alat pelindung memeriksa kendaraan mobil antisipasi penyelundupan hewan liar di pintu tol Wuhan, Hubei, China. Foto: REUTERS / David Stanway
Belum ada bukti virus corona penyebab penyakit COVID-19 menular dari benda ke manusia. Namun, bukan berarti virus tidak bisa hidup saat menempel pada benda mati.
Virus corona dilaporkan dapat bertahan hidup pada benda mati hanya untuk sementara saja. Riset peneliti di Leibniz University Hanover menyebut, beberapa virus corona dapat hidup di sebuah ruangan dengan suhu tertentu selama sembilan hari. Tetapi, rata-rata ia hanya mampu hidup antara empat hingga lima hari saja.
Penelitian tersebut juga mengungkap, virus berhasil bertahan di sejumlah benda mati, seperti baja, alumunium, kertas, kayu, plastik, lateks, dan kaca. Profesor Günter Kampf dari Institute of Hygiene and Environmental Medicine di Rumah Sakit University of Greifswald menuturkan, suhu rendah dan kelembapan udara semakin meningkatkan usia virus.
ADVERTISEMENT
"Di rumah sakit, misalnya, virus kemungkinan hidup di gagang pintu, di tombol untuk memanggil dokter atau perawat, di meja samping tempat tidur, bingkai tempat tidur, dan benda-benda lain di sekitar pasien, yang sering terbuat dari logam atau plastik," kata Profesor Günter Kampf.
Salah satu solusi terbaik untuk membasmi virus corona yang menempel pada barang adalah dengan zat desinfektan. Para ahli menyebut etanol (alkohol), hidrogen peroksida (pemutih), dan natrium hipoklorit (zat pemutih lainnya) sangat ampuh untuk membunuh virus corona.
Pemeriksaan Kendaraan di Wuhan
Petugas kepolisian menggunakan masker dan alat pelindung memeriksa kendaraan mobil antisipasi penyelundupan hewan liar di pintu tol Wuhan, Hubei, China. Foto: REUTERS / David Stanway
Sementara wabah novel coronavirus masih mengancam kesehatan global. Virus dengan nama resmi SARS-CoV-2 ini sudah menelan 1.873 korban jiwa meninggal dunia, lebih dari 73 ribu orang terinfeksi, dan 12.803 pasien telah dinyatakan sembuh per Selasa (18/2) pagi.
ADVERTISEMENT
Sejak mulai merebak di Wuhan, China, pada Desember 2019, virus corona jenis baru telah menjamah total 29 negara, antara lain Jepang, Singapura, Spanyol, Mesir, Nepal, dan Finlandia.
Ilmuwan dan praktisi medis terus berupaya menggali informasi sebanyak-sebanyak terkait virus yang menyebabkan penyakit COVID-19 ini, termasuk soal sumber inang virus, obat, vaksin penangkal, dan karakteristik virus. Pengetahuan soal virus masih minim, selain media penularan yang dipastikan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi, lewat tetesan pernapasan, batuk, dan bersin.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan