Dokter Ini Bagi Pengalaman Sakit Cacar Monyet: Sangat Lelah

17 Juni 2022 8:37
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Sebuah gambar yang dibuat selama penyelidikan wabah cacar monyet, yang terjadi di Republik Demokratik Kongo (DRC), 1996 hingga 1997, menunjukkan tangan seorang pasien dengan ruam akibat cacar monyet. Foto: Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Sebuah gambar yang dibuat selama penyelidikan wabah cacar monyet, yang terjadi di Republik Demokratik Kongo (DRC), 1996 hingga 1997, menunjukkan tangan seorang pasien dengan ruam akibat cacar monyet. Foto: Reuters
ADVERTISEMENT
Akun TikTok “thatgaydoctor” yang mengaku seorang dokter memposting sebuah video berisi cerita pengalamannya terkena cacar monyet.
ADVERTISEMENT
Video itu menjadi viral dan si dokter mendadak terkenal karena pengakuannya sebagai LGBTQ+ di tempat kerja. Kini, akun TikTok-nya telah diikuti lebih dari 728 ribu follower dan 61.800 pengikut di akun Instagram miliknya.
Doktor yang berbasis di Chicago, AS, itu bercerita awalnya dia mendapati pembengkakan kelenjar getah bening di salah satu tubuhnya, itu muncul saat bangun tidur. Dua hari kemudian benjolan tetap ada dan kondisi tubuhnya jadi mudah lelah.
Selain lelah, dia juga kedinginan sementara benjolan terus menyebar ke wajah, leher, lengan, dan punggung. Dalam video terlihat si dokter menunjukkan lesi merah di tubuhnya ke kamera. Dia juga memperlihatkan bagian tenggorokannya yang tampak membengkak.
Dan Anda dapat melihat kelenjar getah bening yang bengkak. Saya sangat lelah. Saya sudah tidur selama 15 jam hari ini, tapi saya tetap sulit membuka mata.
- Dokter dengan nama akun TikTok Thatgaydoctor -
Karena merasa ada yang tidak beres, dokter itu memutuskan untuk pergi ke ruang gawat darurat di rumah sakit terdekat. Di sana sampel lesi diambil untuk diteliti. Hasilnya, dia terinfeksi cacar monyet.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
“Saya dibolehkan pulang ke rumah karena sebagian besar perawatan yang diberikan adalah perawatan suportif, kecuali kalau anda mengalami gangguan kekebalan. Jadi saya hanya akan beristirahat dan diisolasi sampai semua lesi mengering dan hilang,” katanya.

“Kasus pasti meningkat, terutama di kota-kota besar dan menyebar melalui kontak orang ke orang. Vaksin cacar bisa dipakai sebagai pencegahan bagi beberapa orang yang pernah kontak dekat dengan mereka yang terinfeksi, tetapi jumlahnya sangat terbatas sehingga tidak selalu tersedia.”

- Dokter dengan nama akun TikTok Thatgaydoctor

Cacar monyet atau monkeypox telah menyebar ke sejumlah negara dalam beberapa minggu terakhir. Banyak dari mereka yang terinfeksi mengembangkan lesi di tubuhnya, yang bila disentuh bisa menulari orang lain. Virus cacar monyet ini banyak menyebar di Afrika Barat dan Tengah, dan sampai saat ini para ilmuwan masih meneliti bagaimana cara virus itu menyebar.
Infografik Waspada Cacar Monyet.  Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Infografik Waspada Cacar Monyet. Foto: kumparan
Meski masih dalam penelitian, beberapa kasus cacar monyet telah dikaitkan dengan hubungan seksual. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) melaporkan penyakit ini banyak menyerang pria yang berhubungan seks dengan pria, alias gay.
ADVERTISEMENT
Beberapa ahli percaya, cacar monyet bisa menular karena kontak langsung saat berhubungan seks, namun sampai saat ini mereka masih meneliti apakah virus dapat menyebar melalui cairan. Atau, bisa jadi virus telah mengembangkan cara penyebaran baru.
Adapun akun Thatgaydoctor mengaku maksud dari postingan pengalaman terkena cacar monyet itu hanya ingin masyarakat sadar dan segera mungkin memeriksakan diri ke dokter saat gejala cacar monyet muncul.
“Saya juga ingin menghilangkan stigma atau rasa malu yang mungkin dimiliki orang-orang saat mengidap segala bentuk penyakit," katanya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020