kumparan
18 November 2019 20:28

Ekspedisi LIPI ke Laut Dalam Berpotensi Ungkap Spesies Baru

Pelepasan Tim Penelitian TRIUMPH LIPI
Tim ekspedisi TRIUMPH LIPI di ruang kendali kapal Baruna Jaya VIII . Foto: Selli Nisrina Faradila/kumparan
Perairan Nusantara menyimpan kekayaan biota laut. Sejumlah ekspedisi penelitian telah menguak beragam sumber daya hayati yang hidup di laut dalam Indonesia. Meskipun demikian, belum seluruh biota yang ada berhasil ditemukan.
ADVERTISEMENT
Sebuah penjelajahan laut terbaru diinisiasi oleh Konsorsium Riset Samudera, gabungan peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta dua mitra universitas dari First Institute of Oceanography, China, dan Department of Atmospheric and Oceanic Science, University of Maryland, AS.
Ketiga institusi tersebut akan melakukan ekspedisi laut bertajuk Transport Indonesian Seas, Upwelling, Mixing Physics (TRIUMPH) mulai dari 18 November-25 Desember 2019, dengan total 50 personel termasuk peneliti dan ABK.
Selain itu, penelitan ini tak hanya melibatkan kalangan pakar dan akademisi, tapi juga mahasiswa-mahasiswa, untuk mengelaborasi tema-tema penelitian seluas-luasnya. Tak hanya sebatas pendataan biota laut baru, tapi juga pengaruh upwelling (kenaikan massa air laut) terhadap pola iklim.
Pelepasan Tim Penelitian TRIUMPH LIPI
Kapal Baruna Jaya VIII yang dipakai tim ekspedisi TRIUMPH LIPI. Foto: Selli Nisrina Faradila/kumparan
“Nanti kita juga akan melewati hingga jauh ke samudra, hingga ke lintang 8 selatan. Ini sudah di luar EEZ (Exclusive Economic Zone/Zona Ekonomi Eksklusif) di perairan internasional,” ujar Nugroho Dwi Hananto, Plt Kepala Pusat Penelitian Laut Dalam LIPI, Senin (18/11).
ADVERTISEMENT
Dengan demikian, teritorial penelitian kali ini belum pernah dijangkau sebelumnya. Ekspedisi ini juga mencakup eksplorasi Palung Jawa sebagai wilayah terdalam di Samudra Hindia, berkedalaman mencapai 7.700 meter.
“Ini menunjukkan bahwa teman-teman di sini dapat melakukan riset yang jauh di luar apa yang kita bayangkan, di luar horizon kita. Horizon kita selama ini adalah perairan teritorial, 12 mil, kemudian di EEZ, kurang dari 200 nautical miles. Sekarang kita mencoba pergi jauh ke laut lepas,” lanjutnya.
Perlu dicatat, penjelajahan ini juga berpotensi besar mendata tak hanya keanekaragaman hayati, tapi juga sumber mineral bawah laut, sumber migas, hingga rare earth element yang banyak jadi perhatian utama penelitian bawah laut. Tak menutup kemungkinan, penelitian akan menemukan bahan-bahan kajian terbaru menyangkut gunung api bawah laut.
Pelepasan Tim Penelitian TRIUMPH LIPI
Pelepasan tim ekspedisi TRIUMPH di Pelabuhan Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta. Foto: Selli Nisrina Faradila/kumparan
Menurut Nugroho, gunung api bawah laut ini pasti terkait dengan keanekaragaman hayati.
ADVERTISEMENT
“(Peta-peta penjelajahan) sangat spesifik yang belum ada orang pernah datang ke sana, sehingga peluang mendapatkan spesies-spesies baru sangat terbuka lebar. Big size ada di sana,” ujarnya.
Pada ekspedisi sebelumnya di Laut Jawa, ilmuwan berhasil menemukan beberapa biota mulai dari yang berukuran terbesar seperti cumi-cumi sepanjang 50 centimeter, teripang laut ungu seberat 1 kilogram, dan tulip laut sepanjang 1 meter. Ada pula jenis spesies kecil seperti cacing dan krustasea bernama copepoda berukuran 1 milimeter.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan