Tekno & Sains
·
5 Desember 2020 20:32

Foto: Fosil Paus Langka Berusia 5.000 Tahun Ditemukan, Satu-satunya di Asia

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Foto: Fosil Paus Langka Berusia 5.000 Tahun Ditemukan, Satu-satunya di Asia (10003)
Salah satu arkeolog Thailand saat menggali lokasi penemuan kerangka paus paus Bryde di Samut Sakhon, Thailand. Foto: Soe Zeya Tun/Reuters
Arkeolog Thailand sedang sibuk menggali di lokasi penemuan fosil kerangka paus langka yang diyakini berusia sekitar 5.000 tahun di Samut Sakhon, Thailand.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari Reuters, kerangka sepanjang 12,5 meter ini milik paus Bryde (Balaenoptera brydei). Fosil ditemukan oleh seorang pengendara sepeda pada awal November, yang melihat bagian dari tulang belakang berukuran besar keluar dari tanah di area yang berjarak sekitar 12 km dari laut.
Penggalian telah berlangsung sekitar satu bulan. Para peneliti meyakini bahwa penemuan fosil paus Bryde ini merupakan satu-satunya di Asia.
"Kerangka paus ini dianggap satu-satunya di Asia," kata Pannipa Saetian, ahli geologi di divisi Perlindungan Fosil di Departemen Sumber Daya Mineral. "Sangat jarang menemukan penemuan seperti itu dalam kondisi hampir sempurna."
Pada Kamis (3/12) ditemukan sirip bahu kanan, dan saat ini sudah terkumpul sekitar 36 buah tulang punggung. Tim sedang menyatukan kerangka dan mengisi retakan di situs sebelum diangkut ke laboratorium untuk dibersihkan dan diawetkan. Setelah semuanya selesai, fosil tersebut rencananya akan dipamerkan.
Foto: Fosil Paus Langka Berusia 5.000 Tahun Ditemukan, Satu-satunya di Asia (10004)
Arkeolog Thailand menunjukkan gambar kerangka paus paus Bryde di Samut Sakhon, Thailand. Foto: Soe Zeya Tun/Reuters

Ilmuwan Cari Tahu Jenis Kelamin dan Usia Paus

Jenis kelamin paus belum diketahui dan tulangnya perlu diberi penanggalan karbon untuk menentukan usia pasti kerangka itu, menurut Pannipa. Para ilmuwan berharap kerangka itu akan memberikan lebih banyak informasi untuk membantu penelitian paus Bryde serta kondisi geologi saat itu.
ADVERTISEMENT
Paus Bryde dikenal sebagai 'paus tropis' karena preferensi mereka terhadap perairan yang lebih hangat. Ia ditemukan di perairan pesisir di beberapa bagian Samudra Hindia, Pasifik, dan Atlantik termasuk di Teluk Thailand.
*******
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.