Tekno & Sains
·
9 September 2018 13:32

Hobi Gigit Kuku, Remaja Australia Kena Kanker dan Jempolnya Diamputasi

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Hobi Gigit Kuku, Remaja Australia Kena Kanker dan Jempolnya Diamputasi (10357)
Ilustrasi Mengigit Kuku Jari (Foto: Shutterstock/BLACKDAY)
Bagi kamu yang punya kebiasaan menggigit kuku jari, sebaiknya segera hentikan kebiasaan buruk itu. Menggigit kuku tak hanya menjijikkan, tetapi juga bisa menimbulkan penyakit berbahaya, seperti yang dialami mahasiswi asal Australia satu ini.
ADVERTISEMENT
Courtney Whithorn, remaja berusia 20 tahun itu mengalami nasib buruk akibat hobinya menggigit kuku jarinya sendiri. Gara-gara itu, ia terserang penyakit kanker kulit langka dan jari jempolnya kemudian terpaksa harus diamputasi.
Whithorn memiliki kebiasan buruk ini sejak lama. Tak jarang ia menggigit kuku jempolnya hingga habis dan harus menyembunyikannya dari keluarga serta teman.
Lama-kelamaan, kukunya berubah menjadi hitam hingga dokter menyarankan agar prosedur cangkok kuku segera dilakukan untuk menghilangkan warna hitam tersebut. Namun, proses biopsi itu justru mengungkap fakta mengerikan bahwa Whithorn mengidap kanker kulit langka.
Dokter mendiagnosis Whithorn mengidap acral lentiginous melanoma, kanker yang dapat tumbuh di telapak tangan, telapak kaki, atau di bawah kuku.
Hobi Gigit Kuku, Remaja Australia Kena Kanker dan Jempolnya Diamputasi (10358)
Ilustrasi Mengigit Kuku Jari (Foto: Shutterstock/Diego Cervo)
Menurut Primary Care Dermatology Society, kondisi ini jarang terjadi pada orang Kaukasia dan lebih umum terjadi pada orang Asia Timur. Kanker ini juga biasanya muncul pada orang berusia 40 tahun.
ADVERTISEMENT
Mereka yang mengalami kanker ini akan memperlihatkan tanda seperti bintik berwarna hitam atau kecokelatan di dekat kuku. Jempol Whithorn pun terpaksa diamputasi karena kankernya sudah menyebar hingga ke kelenjar getah bening.
"Menggigit kuku sebenarnya tidak menyebabkan melanoma,” kata Dr. Walayat Hussain, dari British Association of Dermatologists, seperti dikutip Newsweek.
"Trauma kronis dan peradangan memang merupakan faktor risiko yang menyebabkan kanker berkembang dan trauma pada kulit menyebabkan kondisi ini."
Selain menimbulkan trauma dan peradangan pada kulit, kebiasaan menggigit kuku juga bisa menimbulkan masalah kesehatan dari masalah gigi hingga infeksi. Selain itu, kuku merupakan sarang bagi berbagai bakteri, di antaranya salmonella dan E.coli.
Lebih lagi, menggigit kuku juga berpotensi menyebabkan kulit robek. Ketika itu terjadi, jari jadi lebih rentan terhadap infeksi.
ADVERTISEMENT