kumparan
23 Juli 2019 11:05

India Akhirnya Sukses Luncurkan Roket yang Membawa Misi ke Bulan

Geosynchronous Satellite launch Vehicle (GSLV), Indian Space Research Organization (ISRO), Chandrayaan-2
Peluncuran Geosynchronous Satellite launch Vehicle (GSLV)-MK3 dari Indian Space Research Organization (ISRO) yang membawa Chandrayaan-2 di Sriharikota, India. Foto: AP Photo/Indian Space Research Organization (ISRO)
Setelah batal meluncurkan misi luar angkasanya pada pekan lalu, India akhirnya benar-benar meluncurkan roketnya untuk misi menjelajahi Bulan pada pekan ini. Peluncuran roket GSLV-MK3 telah sukses dilakukan dari Sriharikota di India selatan pada Senin (22/7) pukul 14.43 waktu setempat.
ADVERTISEMENT
Para ilmuwan di ruang pusat kendali misi bertepuk tangan secara meriah saat melihat roket tersebut berhasil lepas landas dengan sempurna. Sementara itu, kepala badan antariksa India (Indian Space Research Organisation/ISRO), Kailasavadivoo Sivan, mengatakan bahwa roket itu berhasil mengantarkan pesawat antariksa Chandrayaan-2 yang dibawanya ke orbit di luar angkasa, seperti dilansir Associated Press.
Geosynchronous Satellite launch Vehicle (GSLV), Indian Space Research Organization (ISRO), Chandrayaan-2
Warga menyaskikan Peluncuran Geosynchronous Satellite launch Vehicle (GSLV) MkIII dari Indian Space Research Organization (ISRO) yang membawa Chandrayaan-2 di di Sriharikota, India. Foto: AP Photo/Manish Swarup
Pesawat antariksa itu diperkirakan akan mendaratkan robot pendaratnya di kutub selatan Bulan pada September 2019 dan akan mengirim robot penjelajah untuk mengeksplorasi endapan air di Bulan. Wahana antariksa tersebut akan melakukan perjalanan sekitar 47 hari sebelum mendarat di Bulan.
Jika pada September nanti India berhasil melakukan pendaratan dengan mulus di kutub selatan Bulan, momen itu akan menjadi peristiwa bersejarah untuk India. Sebab, dengan ini India akan menjadi negara keempat setelah Amerika Serikat, Rusia, dan China, yang berhasil mendaratkan misi di Bulan.
Geosynchronous Satellite launch Vehicle (GSLV), Indian Space Research Organization (ISRO), Chandrayaan-2
Warga mengibarkan bendera India saat menyaksikan peluncuran Geosynchronous Satellite launch Vehicle (GSLV)-MK3 dari Indian Space Research Organization (ISRO) yang membawa Chandrayaan-2 di Sriharikota, India. Foto: AP Photo
Sivan menyatakan bahwa peluncuran pesawat luar angkasa yang sukses ini adalah "awal dari perjalanan bersejarah India" ke Bulan.
ADVERTISEMENT
Perdana Menteri India, Narendra Modi, mengatakan program penjelajahan di Bulan ini akan mendapatkan dukungan besar dari pemerintah. Pernyataan ini ia tulis di akun Twitter pribadinya beberapa saat setelah peluncuran roket untuk misi ke Bulan itu berjalan dengan mulus.
Modi juga menulis bahwa dengan adanya misi ini, pengetahuan umat manusia tentang Bulan "akan meningkat secara signifikan."
Misi penjelajahan Bulan yang diluncurkan oleh India ini setidaknya membutuhkan biaya sekitar 141 juta dolar AS atau sekitar Rp 2 miliar. Dalam misi ini roket GSLV-MK3 diluncurkan untuk membawa pesawat luar angkasa Chandrayaan-2 ke orbit Bumi di luar angkasa.
Pesawat luar angkasa ini kemudian terbang menuju orbit Bulan dengan membawa robot pengorbit, pendarat, dan penjelajah Bulan. Robot pengorbit nantinya akan mengorbit di orbit Bulan dengan membawa robot pendarat dan robot penjelajah. Robot pendarat akan mendarat di Bulan dengan membawa robot penjelajah. Robot penjelajah inilah yang akhirnya bertugas untuk mempelajari endapan air di permukaan Bulan.
Geosynchronous Satellite launch Vehicle (GSLV), Indian Space Research Organization (ISRO), Chandrayaan-2 (NOT COVER)
Peluncuran Geosynchronous Satellite launch Vehicle (GSLV)-MK3 dari Indian Space Research Organization (ISRO) yang membawa Chandrayaan-2 di Sriharikota, India. Foto: AP Photo
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan