kumparan
7 September 2018 20:00

Indonesia Raih 4 Medali di Olimpiade Informatika Internasional 2018

Tim Indonesia Raih 4 Medali di Olimpiade Informatika Internasional 2018 (Foto: Dok. Brian Marshal)
Indonesia tidak pernah kehabisan bibit-bibit unggul di berbagai bidang. Setelah para atlet Indonesia sukses menyabet 31 medali emas, 24 medali perak, dan 43 medali perunggu di ajang Asian Games 2018, kali ini ada kabar gembira lainnya dari empat siswa SMA yang tergabung dalam Tim Olimpiade Komputer Indonesia (TOKI).
ADVERTISEMENT
TOKI dikabarkan berhasil menyabet empat medali di ajang Olimpiade Informatika Internasional atau International Olympiad in Informatics (IOI) ke-30 yang diselenggarakan di Tsukuba, Jepang, sejak 1 hingga 8 September 2018.
Pertandingan di olimpiade itu sendiri telah selesai dilaksanakan selama dua hari. Dalam pertandingan ini para peserta diberikan soal-soal algoritma yang kemudian harus mereka jawab dengan kode-kode program masing-masing selama lima jam dalam dua hari tersebut.
Hasilnya, tim Indonesia yang diwakili oleh empat siwa berhasil mempersembahkan tiga medali perak dan satu medali perunggu usai bersaing dengan ratusan peserta lainnya dalam menunjukkan kemampuan pemograman mereka.
Tiga medali perak masing-masing dipersembahkan oleh Steven Wijaya dari SMA Kanisius Jakarta, Abdul Malik Nurrokhman dari SMA Semesta BBS Semarang, dan Ahmad Haulian Yoga Pratama dari SMA Taruna Nusantara Magelang. Adapun satu medali perunggu dipersembahkan oleh Muhammad Salman Al-Farisi dari SMA Taruna Nusantara Magelang.
ADVERTISEMENT
“Meskipun belum berhasil meraih emas, prestasi tim Indonesia ini relatif meningkat jika dibanding tahun-tahun sebelumnya, dan secara khusus lebih baik dibanding tahun lalu di mana tim Indonesia meraih 1 medali perak dan 3 medali perunggu,” ujar Fauzan Joko Sularto, Subdit Peserta Didik Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kemendikbud RI, sebagaimana dikutip dari siaran pers TOKI yang diterima kumparan, Jumat (7/9).
Tim Indonesia Raih 4 Medali di Olimpiade Informatika Internasional 2018 (Foto: Dok. Brian Marshal)
IOI ke-30 ini diikuti oleh 335 peserta dari 87 negara dan terdapat 167 medali yang didistribusikan dengan rincian medali emas sebanyak 29 buah, medali perak 55 buah, dan medali perunggu 83 buah.
Nilai tertinggi dalam olimpiade ini berhasil diraih oleh peserta bernama Benjamin Qi dari Amerika Serikat dengan nilai 449 dari total 600 poin. Terpaut seratus poin lebih tinggi dibandingkan capaian tertinggi peserta Indonesia, Steven, dengan nilai 326 poin.
ADVERTISEMENT
Meski peserta dari AS ini meraih poin tertinggi, tapi negara yang berhasil meraih predikat juara umum di olimpiade ini adalah Republik Rakyat Tiongkok yang sukses mengumpulkan empat medali emas.
Tim Indonesia Raih 4 Medali di Olimpiade Informatika Internasional 2018 (Foto: Dok. Brian Marshal)
Indonesia bakal jadi tuan rumah olimpiade informatika
Ajang IOI yang diikuti Indonesia sejak tahun 1995 ini merupakan salah satu dari delapan olimpiade sains yang diselenggarakan dalam skala internasional yang diikuti oleh para siswa sekolah tingkat menengah. Olimpiade informatika ini bertujuan untuk meningkatkan minat di bidang informatika dan dan teknologi informasi kepada generasi muda di seluruh dunia.
IOI pertama kali diselenggarakan di Pravetz, Bulgaria, pada 1989 atas inisiatif dari UNESCO. IOI kemudian diselenggarakan tiap tahun di berbagai negara secara berpindah-pindah.
ADVERTISEMENT
Dari hasil pertemuan General Assembly penyelenggara IOI, telah disetujui dan ditetapkan bahwa Indonesia akan menjadi tuan rumah IOI ke-34 pada 2022 mendatang.
“Kita patut bersyukur dan berbangga atas kepercayaan ini. Secara khusus, kami berharap momentum ini dapat dibarengi dengan peningkatan prestasi tim Indonesia,” ujar Fauzan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan