Tekno & Sains
·
21 September 2020 7:04

Jejak Kaki Manusia Berusia 12.000 Tahun Ditemukan di Arab Saudi, Milik Siapa?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Jejak Kaki Manusia Berusia 12.000 Tahun Ditemukan di Arab Saudi, Milik Siapa? (17975)
Jejak kaki manusia pertama yang ditemukan di Alathar bersama citra digitalnya. Foto: Science Advance/Stewart
Sekitar 12.000 tahun lalu, di tempat yang sekarang menjadi Arab Saudi bagian utara, sekelompok kecil Homo sapiens berhenti di sebuah lokasi untuk beristirahat. Mereka minum dan mencari makan di danau dangkal yang juga sering dikunjungi unta, kerbau, dan gajah.
ADVERTISEMENT
Para peneliti menduga, mereka mungkin berhenti sejenak untuk berburu mamalia besar. Orang-orang itu meninggal jejak di tanah berair ketika melakukan perjalanan ke daerah lain. Kini, jejak-jejak itu ditemukan oleh para ilmuwan, dan penelitiannya diterbitkan di Science Advance.
Para peneliti menemukan jejak kaki manusia dan hewan purba di Gurun Nefud sebagai penanda tentang rute nenek moyang manusia saat melakukan perjalanan dari Afrika ke wilayah lain. Tidak seperti sekarang, dahulu wilayah Arab Saudi juga dipenuhi dengan padang rumput dan danau yang luas.
Jejak Kaki Manusia Berusia 12.000 Tahun Ditemukan di Arab Saudi, Milik Siapa? (17976)
Bekas jejak kaki mamalia besar mengikis dari permukaan endapan danau purba Alathar. Foto: Science Advance/Stewart
Karena perubahan iklim, saat ini wilayah Arab lebih didominasi oleh padang pasir gersang yang tidak ramah ditinggali makhluk hidup. “Pada waktu-waktu tertentu di masa lalu, gurun yang mendominasi bagian semenanjung Arab berubah menjadi padang rumput yang luas dengan danau dan sungai air tawar,” ujar Richard Clark-Wilson, rekan penulis studi dari Royal Holloway.
ADVERTISEMENT
Sementara Mathew Stewart, penulis utama penelitian dari Max Planck Institute for Chemical Ecology, mengatakan jejak kaki purba itu pertama kali ditemukan pada tahun 2017 saat dirinya melakukan penelitian untuk gelar PhD. Menurutnya, jejak itu berada di atas danau kuno yang telah mengering, dijuluki ‘Alathar’.
"Jejak kaki adalah bentuk unik bukti fosil yang memberikan gambaran singkat dalam waktu, biasanya mewakili beberapa jam atau hari, resolusi yang cenderung tidak kita dapatkan dari catatan lain," katanya.
Jejak Kaki Manusia Berusia 12.000 Tahun Ditemukan di Arab Saudi, Milik Siapa? (17977)
Jalur trek gajah (kiri) dan unta (kanan). Foto: Science Advance/Stewart
Umur jejak kaki dapat diketahui dengan cara menggunakan teknik optical stimulated luminescence, yakni mengukur cahaya pada butiran kuarsa dan jumlah energi yang dipancarkan dari jejak tersebut. Hasil penelitian menunjukkan, jejak tersebut milik hominin dengan jumlah dua hingga tiga individu.
ADVERTISEMENT
Mereka mengunjungi daerah tersebut untuk mencari sumber air dan mencari makan bersama dengan hewan-hewan yang tinggal di sana. Selain jejak kaki, peneliti juga menemukan 233 fosil hewan yang kemungkinan dari spesies karnivora.
“Kehadiran hewan besar seperti gajah dan kuda nil, bersama dengan padang rumput terbuka dan sumber daya air yang besar, mungkin telah membuat Arabia utara menjadi tempat yang sangat menarik bagi manusia yang bergerak di antara Afrika dan Eurasia,” papar Michael Petraglia, penulis senior studi dari Max Planck Institute for Human History.