Tekno & Sains
·
11 Agustus 2020 10:18

Jenis Masker Terbaik dan Terburuk untuk Cegah Virus Corona, Kamu Wajib Tahu

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Jenis Masker Terbaik dan Terburuk untuk Cegah Virus Corona, Kamu Wajib Tahu (112549)
Kate Middleton saat Pakai Masker Foto: kensingtonroyal
Kita semua tahu, memakai masker bisa membantu mengurangi penularan virus corona. Kita juga mungkin tahu bahwa tidak semua jenis masker dapat memblokir tetesan virus yang dikeluarkan saat kita batuk, bersin, berbicara atau sekadar bernapas. Namun, tahukah kamu masker mana yang paling efektif dalam memblokir tetesan droplet?
ADVERTISEMENT
Untuk melihat hal ini, para ilmuwan di Duke University melakukan sebuah eksperimen dengan membuat perangkat laser sederhana untuk membandingkan 14 jenis masker dan penutup wajah yang sering digunakan masyarakat.
“Pertanyaan mendasar adalah, seberapa efektif jenis masker tertentu dalam mencegah penyebaran droplet,” ujar Martin Fischer, pemimpin dan spesialis pencitraan molekuler seperti dikutip Science Alert.
Pernyataan tersebut sangat relevan dalam pandemi virus corona, mengingat saat ini banyak orang yang membuat dan membeli masker kain secara online. Sementara pemahaman yang masyarakat ketahui selama ini adalah bahwa semua jenis masker akan membantu mengurangi penularan COVID-19. Itu juga yang membuat penutup wajah atau masker sangat direkomendasikan penggunaannya.
Sementara penelitian ihwal masker hanya banyak dilakukan pada masker jenis N95 dan masker bedah, bukan masker kain ataupun masker wajah lainnya. “Masker bedah biasanya dipakai oleh tenaga medis dan telah banyak diteliti secara klinis,” ujar Fischer. “Tapi sejauh yang kami tahu, tidak ada cara yang cepat, mudah, dan hemat untuk melihat keefektifan dari berbagai jenis masker.”
Jenis Masker Terbaik dan Terburuk untuk Cegah Virus Corona, Kamu Wajib Tahu (112550)
14 masker yang diuji. Foto: Science Advance

Eksperimen 14 jenis masker

Untuk menjawab hal tersebut, Fischer dan timnya melakukan sebuah eksperimen menggunakan media laser yang dapat digunakan untuk menguji berbagai jenis masker dalam menghalangi tetesan kecil yang keluar dari mulut orang saat berbicara. Dalam eksperimen itu, orang diminta berbicara ke arah lembaran cahaya dengan mengucapkan “Tetap sehat” sambil mengenakan 14 jenis masker yang diuji secara bergantian.
ADVERTISEMENT
"Kami memastikan bahwa ketika orang berbicara, tetesan kecil akan keluar, sehingga penyakit dapat menyebar dengan berbicara, tanpa batuk atau bersin," kara Fischer. “Kami juga dapat melihat bahwa beberapa penutup wajah bekerja jauh lebih baik daripada yang lain dalam memblokir partikel yang keluar.”

Masker terbaik

Hasilnya, masker N95 dapat memblokir sebagian besar tetesan yang dikeluarkan dari mulut orang yang berbicara, diikuti oleh masker bedah, dan masker yang terbuat dari polipropilen. Masker kain ternyata juga dapat memblokir sejumlah tetesan yang dikeluarkan lewat mulut, kendati tidak seefektif masker N95.
"Dengan kata lain, masker tersebut efektif untuk melindungi pemakainya dari lingkungan luar, tetapi tidak melindungi orang lain dari pemakainya, dan itu adalah peran kedua yang penting untuk mengurangi penyebaran COVID-19."
ADVERTISEMENT
Video
Hasil mengejutkan ada pada masker jenis bandana atau yang lebih dikenal buff. Dalam eksperimen tersebut, buff dinilai sebagai masker paling tidak efektif, bahkan lebih buruk ketimbang orang yang tidak memakai masker sama sekali.
“Menurut pemikiran umum, memakai masker jenis apa saja lebih baik ketimbang tidak memakai masker sama sekali, tapi di sini hal itu tidak berlaku,” kata Fischer.
“Kami mengamati bahwa jumlah tetesan meningkat saat orang menggunakan buff. Kami yakin bahwa bahan yang digunakan telah memecah sejumlah droplet menjadi partikel yang lebih kecil. Hal itu membuat pengguna buff menjadi kontraproduktif karena tetesan yang lebih kecil lebih mudah terbawa arus udara dan membahayakan orang di sekitar."
Penelitian ini telah menyoroti bahwa tidak semua masker bisa melindungi pemakainya dan melindungi orang dari paparan virus corona. Dengan begitu, setiap orang perlu berpikir kembali masker mana yang paling tepat untuk digunakan.
ADVERTISEMENT