Tekno & Sains
·
20 September 2020 10:02

Kabar Bahagia, 2 Anak Badak Jawa Langka Lahir di Ujung Kulon

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kabar Bahagia, 2 Anak Badak Jawa Langka Lahir di Ujung Kulon (26899)
Penampakan anak badak Jawa yang baru lahir di Taman Nasional Ujung Kulon. Foto: Dok istimewa
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bertepatan dengan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) mengumumkan kelahiran dua anak badak Jawa langka di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten. Kedua individu itu diketahui lewat hasil monitoring tim Balai TN Ujung Kulon sejak Maret hingga Agustus 2020 dengan menggunakan 93 video kamera pemantau.
ADVERTISEMENT
Dengan begitu, jumlah total badak Jawa di TN Ujung Kulon mencapai 74 ekor, masing-masing 40 jantan dan 34 betina di mana 15 di antaranya berusia anak-anak dan 59 lainnya pada klaster usia remaja-dewasa. Adapun dua anak badak yang baru lahir kali ini berjenis kelamin satu jantan dan satu betina.
Menurut Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK, Wiranto, kondisi habitat badak Jawa di TN Ujung Kulon terbukti baik. Ini ditandai dengan lahirnya dua badak Jawa tersebut. Tahun lalu, empat badak Jawa juga dilaporkan lahir di TN Ujung Kulon.
“Kelahiran Badak Jawa di TN Ujung Kulon tersebut juga mempertegas bahwa populasi Badak Jawa terus mengalami perkembangbiakan alami dengan baik, sehingga terus memberi harapan besar bagi kelangsungan hidup satwa langka spesies Badak Jawa” jelas Wiratno dalam siaran pers yang diterima kumparan, Minggu (20/9).
Kabar Bahagia, 2 Anak Badak Jawa Langka Lahir di Ujung Kulon (26900)
Penampakan anak badak Jawa bersama induk yang terekam kamera pengintai. Foto: Dok istimewa
Ia juga memastikan ketersediaan pakan badak Jawa di semenanjung Ujung Kulon masih relatif baik sehingga menjadi daya mendukung kehidupan badak Jawa pada saat ini dan masa yang akan datang. Saat ini, monitoring lapangan terus dilakukan, di antaranya melalui video kamera pengintai. Ini akan terus dilakukan hingga akhir Desember 2020.
ADVERTISEMENT
“Pengambilan data dan observasi habitat terus dilakukan. Pandemi ini tidak menghentikan kegiatan lapangan KLHK khususnya petugas konservasi di TN Ujung Kulon dan taman nasional lainnya di Indonesia.” ungkap Wiratno.
Sementara Menteri LHK, Siti Nurbaya, menyampaikan bahwa saat ini pemerintah telah mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 4 Triliun untuk rehabilitasi lahan dan konservasi, termasuk untuk kegiatan konservasi di Taman Nasional di antaranya TN Ujung Kulon yang merupakan rumah bagi Badak Jawa yang terus berkembang jumlah populasinya.