Tekno & Sains
·
10 Juni 2021 8:02
·
waktu baca 2 menit

Kasus Langka, Bocah Ini Terbakar Semen Basah, Kok Bisa?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kasus Langka, Bocah Ini Terbakar Semen Basah, Kok Bisa? (100602)
Ilustrasi tempat pengolahan semen. Foto: Pxhere
Anak laki-laki berusia 7 tahun harus dilarikan ke ruang gawat darurat dengan luka bakar di kulitnya setelah cairan semen tumpah dan mengenai kepala serta seluruh tubuhnya.
ADVERTISEMENT
Dilaporkan di The Journal of Emergency Medicine, peristiwa bermula ketika seorang anggota keluarga si bocah membuat campuran semen guna konstruksi bangunan. Saat itu, korban tengah bermain dan berjalan di bawah alat pembuat campuran semen. Semen cair itu lantas mengenai kepala dan tubuhnya.
Beberapa saat kemudian, korban mengalami rasa sakit yang membakar dan kulitnya mulai memerah. Dia lantas dilarikan ke fasilitas kesehatan di mana perawat di sana langsung mencuci kulitnya dengan zat organik yang disebut polietilen glikol. Dari situ, si bocah dipindahkan ke Vanderbilt University Medical Center di Nashville, Tennessee, untuk dievaluasi apakah luka bakarnya memerlukan perawatan lebih lanjut atau tidak.
Di sana, dokter mencatat korban mengalami luka bakar superfisial atau luka bakar tingkat pertama di kepala, leher, dan tubuhnya. Mereka juga melihat cairan semen di tubuh pasien belum seutuhnya hilang, termasuk menempel di kulit dan rambutnya.
ADVERTISEMENT
Ini bisa berbahaya karena jika semen cair dibiarkan terlalu lama di kulit dapat menyebabkan luka bakar kimia yang parah.
Kasus Langka, Bocah Ini Terbakar Semen Basah, Kok Bisa? (100603)
Ilustrasi Semen Foto: Thinkstock
Menurut National Capital Poison Center, sebagian besar semen diketahui terdiri dari senyawa kalsium oksida dan ketika dicampurkan dengan air, dia menjadi sangat basa yang berarti memiliki pH tinggi. pH suatu zat diukur dari 0 hingga 14, zat dengan pH rendah bersifat asam, sedangkan zat dengan pH tinggi bersifat basa. Semen basah dapat memiliki pH mencapai 14.
Bersentuhan dengan semen basah tidak serta merta menyebabkan luka bakar kimia, tetapi jika seseorang bersentuhan lama dengan bahan tersebut atau cairan tertinggal lama di kulit, maka dapat menyebabkan luka bakar. Rata-rata waktu paling lama paparan semen pada kulit hingga menyebabkan luka bakar adalah enam jam. Karena waktunya yang lama, orang terkadang tidak sadar kulitnya telah terbakar.
ADVERTISEMENT
“Semen basah seringkali menjadi penyebab luka bakar alkali yang kurang dikenali," tulis para penulis penelitian sebagaimana dikutip Live Science. “Dan dokter paling sering melihat jenis cedera ini pada orang dewasa yang sudah bekerja dengan semen. Luka bakar semen basah jarang terlihat pada anak-anak, membuat kasus saat ini unik.”
Luka bakar akibat cairan semen bisa ditangani dengan cara mencuci kulit dengan air untuk menghilangkan semen. Dokter terkadang menggunakan cairan lain seperti polietilen glikol untuk mencuci kulit yang terkena paparan semen kendati tidak ada bukti bahwa cara ini menjadi metode yang lebih baik.
Jika luka bakar cukup parah, pasien mungkin memerlukan pembedahan. Dalam kasus kali ini, kulit si bocah dibasuh dengan air hingga semua semen yang menempel di kulitnya hilang. Kemudian, dievaluasi oleh dokter spesialis yang memutuskan bahwa si bocah tidak memerlukan perawatan lebih lanjut.
ADVERTISEMENT