kumparan
21 November 2019 9:10

Kehidupan Kedua Plastik Botol: Dari Baju Hingga Sepatu

Bijih plastik tidak berwarna
Com-Ilustrasi bijih plastik tidak berwarna. Foto: Shutterstock
Setiap plastik botol yang isinya telah habis menghadapi tiga kemungkinan: menumpuk di tempat pembuangan akhir bersama sampah-sampah lain, masuk ke badan air dan akhirnya mengambang di samudra, serta berakhir di fasilitas daur ulang dan menjadi barang baru.
ADVERTISEMENT
Nasib plastik botol yang menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA) tidak begitu baik. Tempat sampah raksasa ini ukurannya bertambah hari demi hari, seiring dengan bertambahnya kiriman sampah ke sana. Plastik botol yang berakhir di TPA bercampur dengan sampah-sampah lain dan nasibnya akan seperti itu saja hingga seribu tahun ke depan, menunggu lingkungan membuatnya terurai sempurna.
Cerita plastik botol yang memasuki badan air tidak sama baiknya. Dari badan air yang kecil, plastik botol mengapung ke badan air yang lebih besar, seperti sungai. Sungai membawa plastik botol ke laut. Di laut, plastik botol terombang-ambing selama berbulan-bulan hingga arus laut membawanya kepada pusaran laut, di mana plastik-plastik botol dan plastik-plastik jenis lain sudah menunggu.
ADVERTISEMENT
Nasib plastik botol ketiga, yang dikumpulkan dan dikirim ke bank sampah, jauh lebih baik. Plastik-plastik botol yang dikirim ke bank sampah nantinya akan diteruskan ke fasilitas daur ulang, dan berakhir di fasilitas daur ulang adalah nasib terbaik yang bisa menimpa plastik botol. Di sana, plastik botol akan diproses untuk kemudian menjalani kehidupan kedua.
Plastik botol remuk
Com-Ilustrasi plastik botol yang telah diremukkan. Foto: Shutterstock
Lengkapnya, proses daur ulang plastik botol adalah seperti ini:
1. Plastik botol harus dikumpulkan — dari rumah, dari tempat usaha, dari banyak tempat lain yang mengonsumsi air minum dalam kemasan plastik botol.
2. Plastik botol harus dipisahkan dari metal, kaca, dan benda-benda lain yang masuk ke tong sampah.
3. Plastik botol dipisahkan berdasarkan jenisnya.
ADVERTISEMENT
4. Plastik botol dibersihkan dari sisa makanan, cairan, atau residu bahan kimia.
5. Plastik botol dicarik menjadi serpihan plastik.
6. Serpihan plastik dilelehkan dan diproses menjadi biji plastik berukuran, kurang lebih, sebesar biji beras.
Biji plastik ini kemudian dicuci dan dilelehkan, sehingga kembali menjadi material mentah pembuatan barang-barang plastik — dan kemungkinannya banyak sekali.
Plastik botol yang telah didaur ulang tidak hanya bisa menjadi bahan baku pembuatan plastik botol baru. Lebih dari itu, biji plastik yang dihasilkan dari proses daur ulang plastik botol bisa menjadi bahan mentah pembuatan berbagai jenis barang: kaus, sweter, jaket bulu, insulasi pada jaket, sleeping bag, bahkan karpet.
Sepuluh plastik botol cukup untuk menghasilkan seluruh serat plastik yang dibutuhkan untuk membuat sebuah kaus; untuk sweter, 63 plastik botol; untuk insulasi jaket ski, 14 plastik botol; untuk insulasi sleeping bag, 114 plastik botol. Itu untuk plastik botol saja, bagian tembus pandang yang menampung cairan yang kita minum. Untuk tutup botol, ceritanya lain lagi.
Bijih plastik berwarna
Com-Ilustrasi bijih plastik berwarna. Foto: Shutterstock
Tutup botol, bagian berwarna yang melindungi kandungan cairan yang kita minum dari kontaminan, setelah melewati proses daur ulang bisa menjadi garpu kebun, wadah penyimpanan, kantung belanja, benang (yang kemudian bisa diproses lagi menjadi berbagai jenis barang, termasuk sepatu), tali, sapu, serta tutup botol baru.
ADVERTISEMENT
Plastik botol dan tutup botol menjadi bahan baku pembuatan barang-barang yang berbeda karena terbuat dari jenis plastik yang berbeda, sehingga pada proses daur ulangnya pun keduanya dipisahkan. Walau demikian, bukan berarti kita harus memisahkan plastik botol dari tutupnya.
Walau tidak memisahkan tutup botol dari plastik botol, kita tetap dapat membantu proses daur ulang dengan meremukkan plastik botol yang telah kita gunakan. Untuk memastikan plastik botol yang telah kita gunakan mengalami nasib baik, kita bisa mengirimnya ke bank sampah dengan layanan antar barang ojek online.
Ades, berkolaborasi dengan Go-Jek, membuat mengirim plastik botol ke bank sampah sama mudahnya dengan mengirim barang apa pun. Kamu bisa dengan mudah mengirim plastik botol bekas dari rumah atau kantor ke bank sampah terdekat dengan bantuan Go-Send. Segera daftarkan diri di cokeurl.com/niatmurni dan kirim plastik botol bekasmu ke bank sampah terdekat.
ADVERTISEMENT
Artikel ini merupakan hasil kerja sama dengan Ades
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan