kumparan
9 Januari 2019 10:48

Kerja Serabutan Bisa Tingkatkan Risiko Sakit Jantung dan Kematian Dini

Ilustrasi peyakit jantung. (Foto: Thinkstock)
Selain berbahaya bagi jantung, penghasilan yang tak pasti dari hasil kerja serabutan atau semacamnya ternyata juga bisa mengganggu kesehatan seseorang. Begitulah kira-kira hasil penelitian terbaru yang telah dipublikasikan di jurnal Circulation pada 2018 lalu.
ADVERTISEMENT
Dalam riset itu, para peneliti dari University of Miami di Florida, AS, mempelajari data dari sekitar 4 ribu individu sejak mereka berusia 23 hingga 35 tahun. Para peneliti mempelajari pendapatan para peserta di awal riset dan empat kali setelah itu. Selain itu mereka juga menganalisis rekam medis kesehatan jantung serta kematian para peserta.
Dari hasil riset itu mereka menemukan bahwa para individu dengan pemasukan yang fluktuatif memiliki risiko mengalami kematian nyari dua kali lipat. Bahkan mereka juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah jantung, seperti stroke atau gagal jantung, dibanding mereka dengan pemasukan yang stabil.
Bekerja terlalu keras sebabkan penyakit jantung. (Foto: dok. thinkstock)
Menurut para peneliti, temuan mereka menggarisbawahi masalah kesehatan akibat pendapatan tidak pasti.
"Pendapatan tak pasti memberi ancaman kepada kesehatan publik, terutama ketika program pemerintah yang harusnya membantu mengatasi hal tersebut malah terus berubah-ubah dan terus dipotong anggarannya" kata Tali Elfassy, asisten profesor di University of Miami sekaligus pemimpin riset, dikutip dari Eureka Alert.
ADVERTISEMENT
Riset itu sendiri dilakukan di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Birmingham, Minneapolis, Chicago, dan Oakland. Riset dilakukan sejak 1990 hingga 2005. Dalam riset itu para peneliti tidak mendalami bagaimana perubahan pendapatan berpengaruh pada kesehatan.
Baik untuk kesehatan jantung (Foto: Thinkstock)
Meski begitu, ada riset sebelumnya yang dipublikasikan di The Lancet pada 2017 telah menemukan hubungan antara stres, yang bisa disebabkan oleh jumlah pemasukan yang tidak pasti, dengan kesehatan jantung yang buruk.
Selain itu, stres bisa menyebabkan obesitas yang merupakan salah satu faktor penyebab tekanan darah tinggi dan berbagai penyakit jantung.
"Melihat kondisi lingkungan ekonomi sekarang yang menunjukkan pemasukan yang tidak stabil, memahami bagaimana suatu hal yang berubah-ubah serta hubungannya dengan kesehatan telah menjadi hal yang penting," tulis para peneliti dalam makalah hasil riset tersebut.
ADVERTISEMENT
"Riset selanjutnya bisa difokuskan kepada pemahaman atas mekanisme di belakang hubungan antara pemasukan yang tidak stabil dengan penyakit kardiovaskular serta kematian," imbuh mereka.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan