Tekno & Sains
·
23 November 2020 6:29

Kisah Haru Ibu Lahirkan Anak Kembar dalam Keadaan Koma Karena Corona

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kisah Haru Ibu Lahirkan Anak Kembar dalam Keadaan Koma Karena Corona (657996)
Ilustrasi ibu hamil. Foto: Shutterstock
Kisah haru nan mengejutkan dialami oleh seorang dokter, sekaligus calon ibu yang mengalami koma, karena terinfeksi COVID-19. Dokter itu bangun sebulan kemudian setelah melahirkan dua anak kembar. Artinya, si dokter melahirkan anaknya ketika dalam keadaan koma.
ADVERTISEMENT
Ia adalah Dokter Perpetual Uke, konsultan reumatologi di Rumah Sakit Birmingham City. Uke tengah hamil enam bulan ketika divonis terinfeksi virus corona. Dia mengalami gejala cukup berat sehingga dokter memutuskan untuk merawat Uke dengan ventilator di Rumah Sakit Queen Elizabeth Birmingham.
COVID-19 yang menginfeksi Uke menyerang paru-paru hingga menyebabkan hipoksia. Bagi beberapa pasien perawatan induksi koma adalah pilihan terbaik agar pernapasan mereka tetap stabil dengan dibantu peralatan medis untuk mencegah penyakit yang lebih parah. Begitupun Uke yang akhirnya memilih perawatan tersebut sebagai perawatan yang paling aman selama sebulan.
Kisah Haru Ibu Lahirkan Anak Kembar dalam Keadaan Koma Karena Corona (657997)
Ilustrasi Operasi Caesar Foto: Pixabay
Ketika Uke dalam keadaan koma, Dokter menyadari bahwa sudah saatnya bayi kembar di dalam kandungan Uke dikeluarkan. Dokter lantas melakukan operasi caesar, dan Uke akhirnya melahirkan bayi kembar prematur pada 10 April 2020. Keduanya diberi nama Palmer dan Pascal, memiliki berat tubuh masing-masing 770 gram dan 850 gram.
ADVERTISEMENT
Palmer dan Pascal harus menunggu sedikit lama untuk bertemu dengan ibunya karena masih dirawat di unit perawatan intensif. Sebulan kemudian, ketika Uke tersadar dari koma, dia menjumpai perutnya yang tak lagi besar. Dia khawatir bayi kembarnya tak selamat.
Uke akhirnya bisa bernapas lega saat menjumpai Palmer dan Pascal yang dirawat di ruang ICU karena prematur. "Mereka sangat kecil sehingga tidak terlihat seperti anak saya yang lebih tua, saya tidak bisa menyentuhnya, saya merasa sangat emosional," kata Uke kepada Sky News.
“Terkadang saya melihat mereka sambil menangis, saya tidak pernah tahu mereka akan selamat. Sungguh menakjubkan apa yang dapat ditawarkan oleh ilmu pengetahuan profesional medis."
Umur kehamilan manusia biasanya diperkirakan berlangsung sekitar 40 minggu, dan bayi yang lahir sebelum 37 minggu dianggap prematur. Kemajuan ilmu neonatal menempatkan bayi prematur dapat didukung di luar rahim tanpa perlu menyelesaikan masa kehamilan penuh.
ADVERTISEMENT
Kemajuan ilmu pengetahuan juga membuat bayi prematur dapat terlahir ke dunia dengan paru-paru dan organ lain yang belum berkembang. Perkembangan tubuh seluruh bayi prematur di luar rahim akan ditopang dengan alat medis. Beruntung, Dr Uke dan tim di Rumah Sakit Queen Elizabeth dapat mendukung ibu dan bayinya dengan selamat, serta memberikan akhir yang bahagia.