kumparan
8 September 2018 16:57

Lubang Misterius di Sukabumi Muncul karena Ada Saluran Air

Lubang misterius di tengah sawah Sukabumi. (Foto: ANTARA FOTO/Budiyanto)
Kemunculan lubang misterius di tengah-tengah sawah milik warga Kampung Legoknyenang, Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menyita perhatian banyak pihak.
ADVERTISEMENT
Pemilik sawah, Cece Sudirman, mengaku pertama kali menyadari adanya lubang di sawah miliknya pada Kamis (6/9), pukul 12.30 WIB. Kemunculan lubang di Sukabumi yang memiliki kedalaman 10 meter dan diameter enam meter tersebut diawali dengan suara yang keras.
Belum diketahui secara pasti penyebab lubang misterius bisa muncul di tengah area persawahan itu. Namun keberadaan saluran air mirip gua yang berada di bawahnya diduga jadi penyebabnya.
Kabid Mitigasi Gerakan Tanah PVMBG, Agus Budianto, sependapat dengan dugaan sementara amblesnya tanah persawahan hingga lubang besar menganga gara-gara saluran air tersebut.
“Dari rekan-rekan Camat kemarin di Kadusampit memverifikasi lagi adanya jalur terowongan air di bawah sawah itu,” kata Agus saat dihubungi melalui telepon oleh kumparanSAINS pada Sabtu (8/9).
ADVERTISEMENT
“Kenapa jadi ambles, ya karena itu jalur air karena tidak kedap, akhirnya tanah itu menjadi tererosi. Akhirnya seiring dengan berjalanannya waktu karena tererosi di bawahnya dan tekanan di atasnya, akhirnya yang terjadi adalah amblas.”
Lubang misterius di tengah sawah Sukabumi. (Foto: ANTARA FOTO)
Yang menarik, keberadaan gua tersebut sudah ada cukup lama, bahkan Kepala Desa (Kades) Sukamaju, Hermawan, mengatakan kepada SukabumiUpdate bahwa gua tersebut sudah ada sejak zaman Belanda. Lalu, mengapa peristiwa amblasnya lubang tersebut baru terjadi sekarang?
“Ini hanya lebih karena proses waktu saja sih sebenarnya,” ucap Agus. “Jalur airnya sudah lama sekali, namun proses erosinya, kan materialnya terbawa oleh air. Sebelumnya mungkin masih kuat.”
Solusi untuk mencegah lubang yang membesar
Ada tiga hal yang bisa dilakukan untuk mencegah lubang di Sukabumi tersebut membesar atau munculnya lubang serupa di daerah tersebut, menurut Agus.
ADVERTISEMENT
Pertama, ia menyarankan untuk membebaskan jalur air. Hal ini berarti, di atas jalur air tersebut tidak digunakan untuk sawah atau bangunan sehingga air bisa langsung masuk ke salurannya.
Kedua, menutup jalur dan memindahkan aliran air. Terakhir, jika saluran air dipertahankan, maka itu perlu diperbaiki dengan lapisan yang lebih kedap dan kuat, sehingga erosi tak terjadi lagi yang jadi penyebab tanah ambles.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan