kumparan
3 Januari 2018 14:53

Lupa Itu Terkadang Baik untuk Otak Kamu

Otak Butuh Melupakan Banyak Hal (Foto: Thinkstock)
Lupa adalah salah satu sifat manusia yang bisa dimaklumi. Meski terkadang menyebalkan, ternyata sifat lupa manusia bisa jadi adalah bagian dari mekanisme otak untuk mencegah agar memori kita tak 'kepenuhan.' Dan telah ada sebuah riset yang mengkaji hal ini.
ADVERTISEMENT
Dilansir Science Alert, menurut hasil riset yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Toronto di Kanada, sebenarnya tugas memori kita bukanlah untuk menyimpan informasi secara akurat. Tugas sebenarnya dari memori adalah untuk menyimpan informasi yang penting, agar kita bisa mengambil keputusan yang tepat ke depannya.
"Sangat penting bagi otak untuk melupakan detail yang tidak relevan dan lebih fokus kepada hal yang akan membantu kita membuat keputusan ke depannya," kata Blake Richards, salah satu peneliti.
Richards dan koleganya, Paul Frankland, meninjau kembali studi serta riset terdahulu yang menggunakan pendekatan berbeda dalam memahami memori. Mereka menemukan bahwa studi serta riset terdahulu menggunakan pendekatan berbeda untuk memahami memori.
Ilustrasi Sel otak (Foto: Thinstock)
"Kami menemukan bukti dari riset terdahulu bahwa ada mekanisme yang membuat terjadinya memori hilang, dan ini berbeda dengan mekanisme yang terjadi saat (otak) menyimpan informasi," kata Frankland.
ADVERTISEMENT
Bukti yang mereka temukan adalah melemahnya hubungan sinapsis antarneuron yang bertugas mengkodei memori disertai dengan adanya neuron baru menimpa memori yang telah ada, sehingga membuat memori itu lebih sulit diakses.
Mengapa Otak Membuat Kita Lupa pada Memori Sendiri?
Menurut Richards dan Frankland, ada dua alasan mengapa otak kita berusaha untuk melupakan memori yang memang harus dibuang itu.
Pertama, dengan melupakan memori lama yang tak kita butuhkan, kita akan terbantu untuk menyesuaikan diri dengan situasi baru. Contohnya, jika tukang martabak kesukaanmu pindah tempat, melupakan tempat yang lama membantu Anda mengingat lokasi barunya.
Kedua, dengan melupakan memori lama, dapat mempermudah kita untuk membuat keputusan baru. Sebagai contoh, saat kita pergi membeli martabak dari tempat langganan tentu kita tak mengingat secara mendetail setiap hal dari tempat martabak tersebut. Kita lebih mengingat hal penting seperti harga pesanan dan tempat pembayaran. Hal ini akan sangat membantu otak dalam mengarahkan sikap kita pada kunjungan selanjutnya.
ADVERTISEMENT
"Jika Anda mencoba mengendalikan dunia, dan otak Anda terus-menerus membawa banyak memori yang saling bertentangan, itu akan membuat Anda sulit dalam mengambil keputusan," kata Richards.
Mereka menduga banyaknya sikap lupa yang kita lakukan juga dipengaruhi oleh lingkungan, karena perubahan yang cepat juga membutuhkan 'lupa' yang cepat pula.
Memang mudah lupa adalah suatu hal yang menyebalkan, terlebih jika kita sering mengalaminya. Tetapi jangan khawatir, sebab dalam studi ini bisa diartikan bahwa sering lupa adalah tanda orang yang cerdas dalam mengambil keputusan dan cepat beradaptasi dengan perubahan baru.
"Tujuan memori adalah untuk membuat Anda jadi orang cerdas yang bisa mengambil keputusan tepat dalam situasi apa pun, dan salah satu aspek penting yang menolong Anda melakukan itu adalah kemampuan untuk melupakan beberapa informasi," pungkas Richards.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan