kumparan
20 Mar 2019 10:12 WIB

Malam Ini Ada Super Worm Equinox Moon, Supermoon Terakhir 2019

Seorang warga berfoto dengan latar belakang fenomena bulan Supermoon di kota Lhokseumawe, Aceh, Selasa (19/2/2019). Foto: ANTARA FOTO/Rahmad
Supermoon terakhir 2019 akan muncul pada Rabu (20/3) malam dan Kamis (21/3) pagi. Sebutan bagi Bulan super ini adalah Super Worm Equinox Moon. Sayangnya, Indonesia tidak akan melihat puncak supermoon terakhir ini.
ADVERTISEMENT
Peneliti astronomi dan astrofisika LAPAN, Tiar Dani, membenarkan bahwa Indonesia tidak akan melihat Super Worm Equinox Moon.
"Full moon (Bulan purnama) terjadi pada pukul 08:43 WIB tanggal 21 Maretnya. Sehingga tidak dapat terlihat di wilayah Indonesia," jelas Tiar kepada kumparanSAINS, Selasa (19/3).
Supermoon atau Bulan super adalah Bulan purnama yang terjadi saat Bulan perigee, saat Bulan berada di posisi terdekat dengan Bumi. Sementara sebutan Super Worm Equinox Moon adalah sebutan populer bagi salah satu fenomena Bulan purnama. IFL Science melaporkan bahwa ini kejadian ini terakhir kali terjadi pada 1981 lalu.
Sebutan Super Worm Equinox Moon berasal dari sebutan orang asli Amerika pada Bulan purnama di bulan Maret. Mereka menyebut Bulan purnama pada Maret sebagai Worm Moon.
ADVERTISEMENT
Super Snow Moon di samping teleskop radio RT-70 di desa Molochnoye, Crimea. Foto: REUTERS/Alexey Pavlishak
Uniknya, kejadian Bulan purnama ini bertepatan dengan kejadian equinox, fenomena astronomi ketika Matahari melintasi garis khatulistiwa. Karena itu, jadilah sebutan Super Worm Equinox Moon.
"Vernal Equinox 20 Maret 2019, Autumnal Equinox 23 September 2019," papar Tiar.
Super Worm Equinox Moon ini adalah yang supermoon terkecil di 2019, menurut laporan Forbes. Pada posisi perigee, jarak terdekat dari Bumi, Super Worm Equinox Moon akan berada di jarak 360.772 kilometer dari Bumi.
Sedangkan pada Super Blood Moon Januari, Bulan berada di jarak 357.715 kilometer dari Bumi, lebih dekat sekitar 3 kilometer dibanding Super Worm Equinox Moon . Dan saat supermoon paling terang terjadi pada Februari lalu, Bulan berada di jarak 356.846 kilometer dari Bumi, lebih dekat lagi.
ADVERTISEMENT
Meski saat supermoon posisi Bulan berjarak lebih dekat, kira-kira 20 ribu kilometer, dari Bumi, perbedaannya ini tidak akan terlalu terlihat oleh mata telanjang. Tapi efeknya akan membuat ombak lautan sedikit lebih tinggi di banyak tempat.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan