Tekno & Sains
·
7 Desember 2020 11:45

'Matahari Buatan' China Sukses Menyala, Suhunya 10 Kali Lebih Panas

Konten ini diproduksi oleh kumparan
'Matahari Buatan' China Sukses Menyala, Suhunya 10 Kali Lebih Panas (31188)
Reaktor fusi nuklir HL-2M Tokamak. Foto: STR/AFP
China mencapai tonggak sejarah baru setelah sukses menyalakan reaktor fusi nuklir yang bisa disebut sebagai 'matahari buatan'. Kemajuan besar ini menandai kehebatan penelitian tenaga nuklir di Negeri Tirai Bambu.
ADVERTISEMENT
China telah mengaktifkan reaktor HL-2M Tokamak yang merupakan perangkat penelitian eksperimental fusi nuklir terbesar dan tercanggih di negara tersebut. Reaktor ini sering disebut 'matahari buatan' karena panas dan tenaga yang dihasilkannya sangat besar.
Reaktor HL-2M Tokamak menggunakan medan magnet yang kuat untuk memadukan plasma panas dan dapat mencapai suhu lebih dari 150 juta derajat Celsius, kira-kira 10 kali lebih panas dari inti matahari. Para ilmuwan berharap perangkat yang berada di Chengdu, Provinsi Sichuan, ini berpotensi membuka sumber energi bersih yang kuat.
Menurut China National Nuclear Corporation (CNNC), reaktor HL-2M Tokamak dirancang untuk meniru reaksi alam yang terjadi di bawah sinar matahari dengan menggunakan gas hidrogen dan deuterium sebagai bahan bakar.
'Matahari Buatan' China Sukses Menyala, Suhunya 10 Kali Lebih Panas (31189)
Pergerakan Matahari Selama 10 Tahun Foto: Solar Dynamics Observatory/NASA
Laporan People's Daily, juga menyebutkan pengembangan energi fusi nuklir ini tidak hanya sebagai cara untuk menyelesaikan kebutuhan energi strategis China, tetapi juga memiliki signifikansi besar untuk pengembangan energi dan ekonomi nasional China yang berkelanjutan di masa depan.
ADVERTISEMENT
Ilmuwan China telah bekerja mengembangkan reaktor fusi nuklir ini sejak 2006, dan akan membuatnya dalam ukuran yang lebih kecil. Mereka juga berencana untuk bekerja sama dengan para ilmuwan yang mengerjakan International Thermonuclear Experimental Reactor (ITER), proyek penelitian fusi nuklir terbesar di dunia yang berbasis di Prancis.
Penelitian tersebut akan menggabungkan inti atom untuk menciptakan energi dalam jumlah besar. Keuntungan menciptakan reaksi fusi nuklir adalah tidak mengeluarkan gas rumah kaca dan mengurangi risiko kecelakaan atau pencurian bahan atom.
Mega proyek penelitian ini diharapkan akan selesai pada tahun 2025. Namun diperkirakan sangat sulit dan mahal karena membutuhkan dana sekitar 22,5 miliar dolar AS.
***
Saksikan video menarik di bawah ini.
ADVERTISEMENT