Tekno & Sains
·
26 Juli 2021 6:30
·
waktu baca 2 menit

Mengapa Corona Varian Delta Lebih Menular? Ini Penyebabnya

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Mengapa Corona Varian Delta Lebih Menular? Ini Penyebabnya (27836)
searchPerbesar
Foto asli corona varian Delta. Foto: Jason Roberts/The Doherty Institute
Virus corona varian Delta tengah jadi perhatian para ahli kesehatan di seluruh dunia. Varian ini diperkirakan 2-3 kali lebih cepat menular ketimbang varian corona SARS-CoV-2 awal yang muncul di Wuhan. Dan sekarang, para peneliti tampaknya telah mengetahui penyebabnya.
ADVERTISEMENT
Dalam sebuah riset yang dipublikasi situs pra-publikasi Virology, para peneliti China menemukan bahwa pasien COVID-19 yang terinfeksi virus corona varian Delta memiliki jumlah partikel virus (viral load) yang lebih banyak hingga 1.260 kali lipat ketimbang varian corona awal yang muncul di Wuhan.
“Penyelidikan pada pengujian PCR berurutan harian dari subjek yang dikarantina menunjukkan viral load dari tes positif pertama infeksi Delta ~1000 kali lebih tinggi daripada infeksi strain 19A/19B pada gelombang epidemi awal tahun 2020, menunjukkan potensi tingkat replikasi virus yang lebih cepat dan lebih menular dari varian Delta pada tahap awal infeksi (pasien),” kata para peneliti dalam laporan mereka.
Dalam risetnya, para peneliti menganalisis pasien COVID-19 yang terlibat dalam wabah pertama virus corona varian Delta di China, yang terjadi antara 21 Mei dan 18 Juni di Guangzhou, ibu kota provinsi Guangdong. Para peneliti kemudian mengukur viral load pada 62 pasien corona varian Delta dan membandingkannya dengan 63 pasien yang terinfeksi virus corona varian awal pada tahun 2020.
Mengapa Corona Varian Delta Lebih Menular? Ini Penyebabnya (27837)
searchPerbesar
Foto asli corona varian Delta menginfeksi sel. Foto: Jason Roberts/The Doherty Institute
Setelah dianalisis, para peneliti menemukan bahwa orang yang tertular varian Delta kemungkinan menyebarkan virus corona lebih awal ketimbang pasien COVID-19 dari varian awal.
ADVERTISEMENT
Mereka menemukan bahwa rata-rata waktu yang dibutuhkan dari seseorang yang terpapar virus hingga hasil tes positif pada tes PCR (atau jumlah waktu yang dibutuhkan virus untuk bereplikasi hingga jumlahnya cukup tinggi untuk dapat dideteksi) adalah 5,61 hari untuk virus corona asli. Sedangkan untuk pasien corona varian Delta, waktu yang dibutuhkan hanya 3,71 hari.
Kombinasi dari viral load yang tinggi dan masa inkubasi yang singkat merupakan penjelasan yang masuk akal mengapa virus corona varian Delta lebih menular, kata ahli epidemiologi dari University of Hong Kong, Benjamin Cowling, kepada Nature. Banyaknya virus di saluran pernapasan mengindikasikan bahwa peristiwa super spreading cenderung menginfeksi lebih banyak orang, dan orang mungkin mulai menyebarkan virus lebih awal setelah mereka terinfeksi.
ADVERTISEMENT
Cowling menambahkan, masa inkubasi yang singkat bisa jadi masalah bagi pejabat kesehatan. Sebab, inkubasi yang singkat membuat pelacakan kontak lebih sulit.
Mengapa Corona Varian Delta Lebih Menular? Ini Penyebabnya (27838)
searchPerbesar
Ilustrasi PCR antigen. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
“Menggabungkan semua (faktor)-nya, (varian) Delta sangat sulit dihentikan,” kata Cowling, yang bukan anggota peneliti studi tersebut.
Peneliti genetika dari University of Bern di Swiss, Emma Hodcroft, setuju bahwa mekanisme yang dijabarkan para peneliti China masuk akal dalam menjelaskan penyebab virus corona varian Delta lebih menular. “Virus ini mengejutkan kami,” katanya kepada Nature.
Meski demikian, banyak pertanyaan lain tentang virus corona varian Delta yang masih belum terjawab. Contohnya, hingga saat ini masih belum jelas, apakah corona varian Delta lebih mungkin menyebabkan penyakit parah daripada jenis aslinya, dan seberapa baik ia menghindari sistem kekebalan tubuh.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020