Mengenal Empty Sella Syndrom, Penyakit yang Diderita Ruben Onsu

20 Juli 2022 17:17
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ruben Onsu. Foto: Giovanni/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ruben Onsu. Foto: Giovanni/kumparan
ADVERTISEMENT
Artis Indonesia Ruben Onsu sempat dilarikan ke ICU pada awal Juni 2022 lalu. Setelah menjalani perawatan dan pemeriksaan dokter, salah satunya dengan magnetic resonance imaging (MRI), Ruben didiagnosis mengalami Empty Sella Syndrome.
ADVERTISEMENT
Kondisi tersebut membuat Ruben mengaku tidak kuat dengan suhu dingin dan mata cepat kering. Ia menceritakan hal ini saat berbincang dengan Raffi Ahmad dan Irfan Hakim.
“Kemarin ini aku sudah MRI, salah satunya ada bercak-bercak putih di bagian otak. Yang kedua juga ada Empty Sella Syndrom,” kata Ruben Onsu dalam program FYP Trans7.

“Empty Sella Syndrome itu ada beberapa tingkat, ada yang memang enggak kuat dalam suhu dingin, ada yang yang penglihatannya kayak orang pakai contact lens. Jadi, dia enggak bisa lama."

- Ruben Onsu

Apa itu Empty Sella Syndrome?

Dikutip dari Cleveland Clinic, Empty Sella Syndrome merupakan kondisi langka di mana kelenjar pituitari menjadi rata. Kelenjar pituitari (pituitary gland) sendiri adalah kelenjar endokrin yang terletak di otak persis di bawah hipotalamus.
ADVERTISEMENT
Kelenjar pituatari ini mengontrol beberapa hormon. Empty Sella Syndrome menyebabkan gejala tertentu, seperti sering sakit kepala dan ketidakseimbangan hormon.
Ilustrasi gambar pemindaian otak.  Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gambar pemindaian otak. Foto: Shutterstock
Kelenjar pituari yang kosong berkaitan dengan kondisi pelindungnya yang bernama sella turcica.
Sella turcica biasanya berisi carian tubuh bernama serebrospinal. Ketika sella turcica kosong, cairan serebrospinal masuk ke sella turcica dan menimbulkan tekanan untuk kelenjar pituatari, yang kemudian menyebabkannya menjadi menyusut atau rata.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Untuk mendiagnosis seorang pasien menderita Empty Sella Syndrome, dokter membutuhkan dua faktor. Pertama adalah penampakan kelenjar pituitari yang rata, dikonfirmasi dengan pencitraan otak seperti computed tomography (CT) atau magnetic resonance imaging (MRI).
Kedua adalah adanya gejala gangguan—bukti bahwa fungsi hormon telah terganggu. Ada orang yang mengalami empty sella namun tidak mengalami gangguan fungsi hormon, dan itu tidak termasuk ke Empty Sella Syndrome.
ADVERTISEMENT
Empty Sella Syndrome termasuk penyakit bisa terobati dengan obat hormon dan/atau operasi, menurut Cleveland Clinic. Penyakit ini cukup langka, dengan kasus di bawah 1 persen dari populasi.
Presenter Ruben Onsu saat ditemui dikawasan Tendean, Jakarta, Rabu, (19/2). Foto: Ronny
zoom-in-whitePerbesar
Presenter Ruben Onsu saat ditemui dikawasan Tendean, Jakarta, Rabu, (19/2). Foto: Ronny
Ruben menjelaskan dirinya mengalami gejala seperti tidak kuat menahan dingin, dan penglihatan yang sedikit terganggu. Ia juga sempat mengalami tekanan darah rendah secara drastis ketika pertama kali dilarikan ke rumah sakit.
“Kalau kedinginan banget, gue enggak ngeh matanya jadi kayak buram, kabur. Terus, badannya kaku kayak enggak bisa bergerak,” kata Ruben.
Irfan Hakim pada acara tersebut kemudian bertanya soal kondisi Ruben Onsu yang mendadak dilarikan ke ICU. Ruben mengatakan, saat itu tekanan darahnya turun drastis, bahkan ia disebut kritis oleh dokter.
“Per tiga bulan biasanya aku, Sarwendah, selalu cek darah, cek kesehatan. Awalnya masuk itu karena kondisi darah dikabarin HB-nya 5 dan statusnya kritis,” beber Ruben.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020