Menkes Budi Gunadi- vaksin sinovac tiba di Bandara Soetta
14 Januari 2021 18:31

Menkes Budi Gunadi Ajak Warga Vaksin Corona, Tetap Taat Protokol Kesehatan 5M

Izin penggunaan darurat vaksin CoronaVac buatan Sinovac Biotech Ltd sudah dikeluarkan oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Hal tersebut menandakan vaksinasi untuk masyarakat Indonesia bisa segera dimulai.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, telah menetapkan kelompok prioritas penerima vaksin di Indonesia. Mereka adalah tenaga kesehatan, lansia, dan pekerja publik.
Budi merinci pada tahap pertama penerimaan vaksin ada sekitar 40,2 juta orang yang masuk dalam daftar. Tenaga kesehatan (nakes) menjadi kelompok pertama yang terima vaksin sudah mendapatkan SMS blast yang dikirim mulai 31 Desember 2020 lalu.
"Tahap pertama adalah vaksinasi ke tenaga petugas kesehatan, health workers, di Indonesia ada 1,3 juta orang di 34 provinsi. Kedua, kita akan berikan ke public workers, petugas publik, sekitar 17,4 juta orang. Ketiga, lansia, di atas 60 tahun, yang jumlahnya sekitar 21,5 juta orang," kata Budi dalam konferensi pers virtual, Selasa (29 Desember 2020).
Menkes Budi Gunadi Ajak Warga Vaksin Corona, Tetap Taat Protokol Kesehatan 5M (370860)
Menkes RI Budi Gunadi saat konferensi pers di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Kamis (31/12). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Bagi masyarakat yang terdaftar sebagai penerima vaksin dan sudah mendapatkan SMS blast wajib melaksanakan vaksinasi. Namun, ada ketentuan tertentu bagi warga yang mendapat SMS bisa tak menerima vaksin, jika ternyata mereka tidak memenuhi kriteria penerima vaksin.
Adapun pemberian vaksin tidak diperbolehkan kepada mereka pernah mengidap COVID-19, ibu hamil atau menyusui, mengidap gejala ISPA dalam tujuh hari terakhir, memiliki riwayat alergi berat, penyakit ginjal, rematik, sakit saluran pencernaan kronis, dan memiliki komorbid berat.

Setelah vaksinasi, harus tetap displin

Pemerintah meminta masyarakat tetap disiplin memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, setelah vaksinasi berlangsung. Menkes Budi Gunadi menjelaskan vaksinasi adalah salah satu cara untuk menghentikan penyebaran virus corona dan membuat kehidupan kembali normal.
"Yang saya ingin titip pesan, program vaksinasi adalah salah satu strategi utama untuk menyelesaikan masalah pandemi ini. Dibutuhkan waktu lebih dari 12 bulan untuk kita menyelesaikan program vaksinasi ini," ujar Budi saat memantau proses kedatangan 1,8 juta dosis vaksin Sinovac di Bandara Soetta, akhir Desember 2020.
Menkes Budi Gunadi Ajak Warga Vaksin Corona, Tetap Taat Protokol Kesehatan 5M (370861)
Sejumlah pengunjung mengenakan masker di taman wisata Kawah Putih, di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (30/10). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Budi meminta rakyat Indonesia tidak lengah meskipun program vaksinasi telah dilakukan. Masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan 5M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, dan Mengurangi mobilitas). Sebab, untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity, program vaksinasi ke seluruh wilayah tetap membutuhkan waktu.
"Untuk itu teman-teman, jangan lupa untuk selalu mentaati protokol kesehatan. Dengan berjalannya program vaksinasi ini, kita justru harus tetap menjalankan protokol kesehatan, mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak," ujar mantan Dirut Bank Mandiri ini.
Kemenkes bersama Kementerian BUMN dan KPK juga melakukan pengawasan terhadap pengadaan vaksin corona. Hal itu dilakukan supaya meminimalisir potensi korupsi yang terjadi, utamanya terkait vaksin.
"Siapa yang mendapatkannya (vaksin) kan orangnya tertentu, sudah ditentukan. Itu juga yang mesti kita bicarakan bagaimana caranya supaya tidak terjadi risiko-risiko bocornya vaksin gratis sehingga diperjualbelikan di pasaran," kata Menkes Budi.
Menkes Budi Gunadi Ajak Warga Vaksin Corona, Tetap Taat Protokol Kesehatan 5M (370862)
Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi bertemu pimpinan KPK di gedung KPK, Jakarta, Jumat (8/1/2021). Foto: Dok. Humas KPK
Untuk pembelian vaksin, Budi mengungkapkan ada dua mekanisme yang dilakukan pemerintah. Pertama, pembelian langsung ke produsennya, seperti Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, hingga Novavax. Mekanisme kedua ialah melalui kerja sama multilateral melalui GAVI Alliance.
Kedua mekanisme itu ditempuh untuk memenuhi kebutuhan vaksin dalam negeri. Rebutan dengan negara lain pun tak terhindarkan karena jumlah vaksin yang terbatas.
Saat ini ada 3 juta dosis vaksin Sinovac yang sudah diamankan pemerintah. Efikasi dari vaksin Sinovac berdasarkan uji klinis di Bandung adalah 65,3 persen dan sudah melebihi dari batas minimal yang ditetapkan WHO. Sementara imunogesitasnya 99 persen setelah 3 bulan.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga sudah menyatakan vaksin Sinovac halal dan suci. Vaksin Sinovac merupakan vaksin yang dikembangkan dengan virus SARS-CoV-2 yang telah dimatikan (inactivated vaccine).
Meski sudah tidak aktif, vaksin dengan virus nonaktif tetap mengandung virus yang utuh. Virus itu yang nanti akan dipelajari oleh sistem kekebalan tubuh kita guna mengenal, mengantisipasi infeksi virus aktif yang masuk ke tubuh kita di masa depan.