Tekno & Sains
·
1 Februari 2021 6:31

Misteri Runtuhnya Teleskop Pemburu Alien Terbesar di Dunia Perlahan Terungkap

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Misteri Runtuhnya Teleskop Pemburu Alien Terbesar di Dunia Perlahan Terungkap (26823)
Ilustrasi alien. Foto: needpix
Peneliti telah menemukan bukti awal ihwal runtuhnya teleskop pemburu alien terbesar di dunia di Arecibo Observatory di Puerto Rico. Dalam investigasi yang dilakukan pada Desember 2020 itu, mereka menyebut bahwa masalah manufaktur--salah satunya--jadi penyebab insiden tersebut.
ADVERTISEMENT
Sebagai gambaran, teleskop pemburu alien memiliki berat 900.000 kilogram. Teleskop itu digantung di bagian tengah, tepatnya di atas piringan radio dengan 33 kabel penopang.
Beberapa kabel tersebut bertugas menjaga teleskop tetap berada di tempatnya agar tidak jatuh ke bawah.

Diselidiki sejak Agustus 2020

Pada Agustus 2020, lalu, salah satu kabel terlepas dari soketnya. Belum usai diperbaiki, kabel kedua juga putus pada November di tahun yang sama.
National Science Foundation (NSF) Amerika Serikat sebagai pemilik teleskop menyebut, platform tidak memungkinkan untuk diperbaiki karena bisa membahayakan para pekerja. Kondisi tersebut memaksa mereka memutuskan untuk menonaktifkannya.
Sejak Agustus, para insinyur memang telah menyelidiki insiden putusnya kabel teleskop. Tim juga telah membersihkan puing-puing bangunan serta memantau masalah lingkungan sejak teleskop itu runtuh.
ADVERTISEMENT
"Pembersihan dan pembuangan puing-puing sedang dilakukan," kata Francisco Cordova, direktur observatorium mengatakan dalam diskusi panel pada 21 Januari, seperti dikutip dari Live Science.
Misteri Runtuhnya Teleskop Pemburu Alien Terbesar di Dunia Perlahan Terungkap (26824)
Teleskop terbesar di dunia, Arecibo Observatory. Foto: commons.wikimedia.org
Cordova mencatat bahwa azimut teleskop yang membantu mengarahkan instrumen dan kubah gantung yang menahan antena serta pemancar radar telah dikeluarkan dari situs. Insinyur lingkungan juga telah mengumpulkan dua jenis bahan berpotensi bahaya.
Prioritas berikutnya adalah membersihkan puing-puing bangunan yang tersisa. Untuk melakukannya, tim mendekonstruksi bagian dari piringan reflektor Arecibo yang berukuran 305 meter. Tim juga memeriksa berapa banyak piringan yang dapat diselamatkan.
"Masih banyak diskusi mengenai seberapa banyak reflektor utama dapat diselamatkan dan bagaimana kita melakukannya," kata Cordova.
"Fokus kami saat ini adalah pemindahan aman dari struktur platform, dan kemudian kami akan melihatnya dari sana."
ADVERTISEMENT
Secara bersamaan, dua penyelidikan forensik mengevaluasi apa yang menyebabkan runtuhnya teleskop. Satu investigasi fokus pada 12 kabel tambahan yang dipasang pada 1990-an, ketika observatorium memasang kubah gantung besar.
Dari sini diketahui bahwa kabel pertama yang putus adalah salah satu dari kabel tambahan. Kabel terlepas dari soket di mana ia terhubung ke salah satu dari tiga menara pendukung yang mengelilingi antena.
Misteri Runtuhnya Teleskop Pemburu Alien Terbesar di Dunia Perlahan Terungkap (26825)
Teleskop Arecibo mengalami kerusakan secara misterius. Foto: University of Central Florida
"Penyelidikan awal mengungkapkan bahwa ada kesalahan produksi pada kabel-kabel itu. Khususnya prosedur pemasangan kabel tidak dilakukan dengan benar dan itu menyebabkan degradasi lanjutan dari elemen struktural tersebut. Tapi penyelidikan forensik akhir masih harus diselesaikan," jelas Cordova.
Sementara penyelidikan forensik kedua berfokus pada kabel utama yang dipasang untuk konstruksi teleskop pada awal tahun 1960-an. Kabel utama ini merupakan salah satu kabel yang putus pada bulan November.
ADVERTISEMENT
Para insinyur juga memisahkan puing-puing yang masih berhubungan dengan dua penyelidikan di atas. Dengan begitu, hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa teleskop pemburu alien runtuh akibat masalah manufaktur, terutama pada kabel konstruksi dan usia fasilitas yang sudah tua.
Selain itu, beberapa tahun terakhir, Puerto Rico dilanda bencana alam. Pada 2017, Badai Maria menghantam pulau tersebut dan selama 2020 terjadi lebih dari 10.000 gempa Bumi di sana. Menurut Cordova, bencana alam juga bisa menjadi faktor runtuhnya teleskop raksasa pemburu alien di luar angkasa, kendati ia masih menunggu hasil akhir penyelidikan oleh tim teknik.