Negara Ini Sulap Mayat Manusia Jadi Kompos, Buat Tangani Perubahan Iklim

22 September 2022 7:56 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pekerja menyiapkan kuburan baru di areal pemakaman umat Kristiani di kompleks pemakaman khusus jenazah COVID-19, di Pondok Ranggon di Jakarta. Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja menyiapkan kuburan baru di areal pemakaman umat Kristiani di kompleks pemakaman khusus jenazah COVID-19, di Pondok Ranggon di Jakarta. Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/REUTERS
ADVERTISEMENT
Demi menangani perubahan iklim, salah satu negara bagian di Amerika Serikat, California, melegalkan pembuatan pupuk kompos yang terbuat dari jenazah manusia.
ADVERTISEMENT
Hal itu diresmikan oleh, Gubernur Gavin Newsom. Ia menandatangani Undang-Undang tentang dilegalkannya pengomposan manusia yang akan dimulai pada 2027. RUU AB-351 ini menjadikan California sebagai negara bagian kelima yang mengizinkan pengomposan manusia sejak pertama kali disahkan di Washington pada 2019.
Sebelumnya, Oregon, Colorado, dan Vermont telah lebih dulu mengizinkan pengubahan jenazah menjadi kompos.
“AB 351 akan memberikan opsi tambahan bagi penduduk California yang lebih ramah lingkungan dan memberi mereka pilihan lain untuk pemakaman,” kata Cristina Garcia, Anggota Majelis yang mempromosikan RUU tersebut sebagaimana dikutip Gizmodo.
Ketika hidup, manusia telah banyak menyebabkan kerusakan lingkungan. Saat meninggal dunia, jasad kita juga ternyata sangat buruk bagi lingkungan. Di beberapa negara, mengubur satu mayat membutuhkan sekitar tiga galon cairan pembalseman–bahan seperti formaldehida, metanol, dan etanol. Ada sekitar 5,3 juta galon cairan pembalseman yang dikubur bersama mayat setiap tahunnya.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, kremasi menghasilkan lebih dari 227 kilogram karbon dioksida dari proses pembakaran dalam satu mayat. Dan pembakaran itu menghabiskan energi yang setara dengan dua tangki bensin. Di AS, kremasi menghasilkan sekitar 360.000 metrik ton karbon dioksida setiap tahunnya.
Maka, dibutuhkan alternatif lain untuk menangani jasad manusia supaya tidak mencemari lingkungan. Proses yang paling mungkin dilakukan dalam hal ini adalah pengomposan manusia atau reduksi organik alami, suatu bentuk perawatan kematian yang ramah lingkungan dengan mengambil jasad manusia dan mengubahnya menjadi tanah.

Solusinya? Dibungkus kafan

Proses ini disebut dengan Recompose. Caranya cukup sederhana. Jenazah ditempatkan dalam serpihan kayu, alfalfa, serta jerami dan dibungkus seperti kepompong menggunakan kain kafan. Selama 30 hari ke depan, mikroba dalam campuran mulai bekerja memecah tubuh dan pada akhirnya akan diubah menjadi tanah kaya nutrisi.
ADVERTISEMENT
Ketika tubuh selesai diubah menjadi kompos, ini akan diberikan ke keluarga dan bisa digunakan sebagai pupuk tanaman.
Satu tubuh manusia dapat menghasilkan sekitar satu meter kubik tanah, atau sekitar satu bak truk pikap. Menurut rilis Garcia, proses ini akan menghemat sekitar satu metrik ton CO2 per tubuh.
Jadi, bagaimana menurutmu? Apakah kamu tertarik mengubah tubuh menjadi kompos saat meninggal?