Tekno & Sains
·
11 Februari 2021 8:38

Nelayan Temukan Lobster Langka Berwarna Kuning, Diberi Nama Pisang

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Nelayan Temukan Lobster Langka Berwarna Kuning, Diberi Nama Pisang (108895)
Banana, lobster langka berwarna kuning Foto: University of New England
Seekor lobster langka berwarna kuning ditemukan di Teluk Maine, Samudera Hindia, Amerika Utara. Penampakan yang jarang terlihat ini pertama kali dilaporkan oleh seorang nelayan bernama Marley Babb.
ADVERTISEMENT
Setelah penemuan sekali seumur hidupnya itu, Babb segera menghubungi Departemen Riset Kelautan Maine (DMR) dan menawarkan apakah mereka tertarik untuk menampung lobster itu. Ia menempuh dua jam dari lokasinya di Pelabuhan Tenant untuk mengantar lobster ke Sekolah Program Kelautan dan Lingkungan.
Lobster tersebut kemudian didonasikan kepada tim ilmuwan di University of New England (UNE) pada Rabu (3/2) untuk diteliti lebih lanjut. Tim peneliti memberi nama hewan langka tersebut dengan panggilan Banana (pisang). 
Nelayan Temukan Lobster Langka Berwarna Kuning, Diberi Nama Pisang (108896)
Banana, lobster langka berwarna kuning Foto: University of New England
Lalu sebenarnya, bagaimana lobster Banana bisa memiliki warna tubuh yang berbeda dari lobster pada umumnya yang berwarna merah? Ternyata, warna kuning berasal dari pigmen di cangkang lobster.
Kemungkinan, warna kuning ini hanya terjadi pada satu dari 30 juta lobster, menurut Lobster Institute di University of Maine.
ADVERTISEMENT
"UNE telah membina hubungan yang kuat dengan para nelayan lobster dan Maine DMR (Departemen Riset Kelautan),” kata Charles Tilburg, direktur Sekolah Program Kelautan dan Lingkungan dalam sebuah pernyataan. 
"Melalui koneksi itulah, (para peneliti) belajar tentang Banana dapat berkoordinasi dengan Marley dari sana."
Nelayan Temukan Lobster Langka Berwarna Kuning, Diberi Nama Pisang (108897)
Banana, lobster langka berwarna kuning Foto: University of New England
UNE membagikan hibah sebesar 860.000 dolar AS dari National Science Foundation (NSF) dengan Departemen Sumber Daya Kelautan Maine, Laboratorium Bigelow untuk Ilmu Kelautan, dan Hood College di Maryland.
Pembagian dana tersebut dilakukan untuk bersama mempelajari dampak pemanasan Teluk Maine terhadap larva lobster dan keberhasilannya tumbuh hingga dewasa.