kumparan
5 Oktober 2018 13:14

Orang Egois Cenderung Punya Penghasilan dan Anak Lebih Sedikit

Ilustrasi Kesepian
Ilustrasi kesepian. (Foto: Wokandapix via PIxabay)
Jika ingin memiliki uang dan memiliki keturunan yang lebih banyak, ada baiknya Anda meninggalkan sifat egois. Sebab, menurut hasil sebuah riset terbaru, orang egois cenderung memiliki anak yang lebih sedikit serta penghasilan yang lebih rendah dibanding orang yang tidak begitu egois.
ADVERTISEMENT
PsyPost melaporkan bahwa hasil riset ini telah dipublikasikan di Journal of Personality and Social Psychology. Dalam riset ini, para peneliti mempelajari informasi dari total 60 ribu individu. Informasi tersebut didapat dari General Social Survey, European Social Survey, U.K. Household Longitudinal Study, dan Panel Study of Income Dynamics.
Dalam riset ini para peneliti mempelajari kecenderungan seseorang untuk memberikan tempat duduk di transportasi umum, menyumbang donasi, dan menjadi relawan dalam menentukan tingkat keegoisannya.
Ditemukan bahwa mereka yang tidak egois cenderung memiliki tingkat kesuburan serta pendapatan yang lebih tinggi dibanding mereka yang egois. Namun ditemukan bahwa orang-orang dengan pendapatan tertinggi bukanlah mereka yang tidak egois. Orang-orang dengan pendapatan tinggi ternyata ditemukan pada mereka dengan sifat egois yang sedang.
ADVERTISEMENT
Sementara itu pada survei lain yang dilakukan oleh Amazon Mechanical Turk ditemukan bahwa banyak orang yang menganggap bahwa orang lain yang tidak egois memiliki hubungan yang lebih baik. Tapi pada survei yang sama ditemukan bahwa orang-orang menganggap bahwa orang egois memiliki kesehatan fisik dan pendapatan yang lebih baik.
com-Pasangan yang egois
com-Pasangan yang egois (Foto: Thinkstock)
"Ada dua temuan utama. Pertama orang yang tidak egois memiliki jumlah anak yang lebih banyak. Kedua, orang yang tingkat egoisnya sedang memiliki pendapatan yang tinggi. Kita juga menemukan dari survei bahwa kebanyakan orang akan memiliki intuisi yang tepat mengenai temuan pertama namun anggapan yang salah mengenai temuan kedua," kata Kimmo Eriksson, pemimpin tim riset terbaru ini, kepada PsyPost.
"Namun masih ada pertanyaan yang perlu dipelajari lebih lanjut, seperti kenapa sikap egois berdampak buruk pada kesuburan dan pendapatan seseorang. Memang ada anggapan bahwa sikap tidak egois membantu Anda memiliki hubungan sosial yang lebih kuat. Namun hipotesis ini tidak dapat kami pelajari dalam data riset kami," imbuh dia.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan