kumparan
19 Juni 2019 14:49

PBB: 30 Tahun Mendatang Jumlah Penduduk Dunia Capai 9,7 Miliar Jiwa

Ilustrasi populasi penduduk
Ilustrasi populasi penduduk. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Laporan bertajuk World Population Prospects yang dirilis PBB baru-baru ini menunjukkan bahwa populasi penduduk di dunia akan meningkat dalam 30 tahun ke depan. Laporan tersebut memperkirakan jumlah populasi manusia akan meningkat dari yang saat ini berjumlah 7,7 miliar, akan menjadi 9,7 miliar orang pada tahun 2050 mendatang.
ADVERTISEMENT
Menurut laporan itu, negara yang diproyeksikan mengalami peningkatan jumlah populasi terbanyak dalam beberapa dekade mendatang adalah India. Negara tersebut diperkirakan akan menyalip China sebagai negara terpadat di dunia pada tahun 2027.
Bukan cuma India, delapan negara lain juga akan menyumbang banyak pertambahan populasi hingga tahun 2050 mendatang. Delapan negara yang dimaksud adalah Nigeria, Pakistan, Republik Demokratik Kongo, Ethiopia, Tanzania, Indonesia, Mesir, dan Amerika Serikat. Secara khusus, jumlah populasi manusia di wilayah Sub-Sahara Afrika diproyeksikan bakal meningkat dua kali lipat pada tahun 2050.
Ilustrasi kemiskinan yang ada di India
Ilustrasi kemiskinan yang ada di India. Foto: Pixabay
"Pertumbuhan populasi paling cepat terjadi di negara-negara termiskin, dan pertumbuhan populasi ini tentu membawa tantangan tambahan," kata Liu Zhenmin, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Ekonomi dan Sosial, sebagaimana dilansir IFL Science.
ADVERTISEMENT
Tantangan-tantangan yang dimaksud Zhenmin ialah dalam mengatasi malnutrisi, kemiskinan, meningkatkan pendidikan, perawatan kesehatan, dan meningkatkan kesetaraan.
Laporan dari PBB tersebut juga mengatakan bahwa harapan hidup di negara-negara miskin saat ini tujuh tahun lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara kaya. Hal itu terjadi karena adanya faktor-faktor seperti tingginya angka kematian ibu dan bayi, kekerasan, dan penyakit seperti HIV.
Ilustrasi kemiskinan
Ilustrasi kemiskinan. Foto: Reuters/Marco Bello
Yang menarik ada juga penurunan jumlah penduduk pada beberapa negara dunia. Sejak 2010, sedikitnya ada 27 negara yang mengalami penurunan jumlah penduduk setidaknya satu persen.
Salah satu penyebab utama dari penurunan jumlah penduduk ini adalah karena adanya penurunan tingkat kesuburan. Selain itu, dalam laporan tersebut PBB memaparkan, migrasi juga menjadi faktor utama dalam penurunan populasi di negara-negara tertentu, seperti Bangladesh, Nepal, dan Filipina. Hal itu terjadi akibat adanya permintaan pekerja imigran dari negara-negara lain.
ADVERTISEMENT
Laporan PBB tersebut juga mengatakan bahwa pada tahun 2050, seperempat orang di Eropa dan Amerika Utara diproyeksikan bakal berusia di atas 65 tahun. Kenaikan jumlah kelompok lanjut usia ini tentu akan menyebabkan tekanan finansial karena pemerintah negara yang bersangkutan akan membutuhkan lebih banyak uang untuk keperluan perawatan kesehatan, pensiun, dan sistem perlindungan sosial.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan