Penampakan Salah Satu Sepatu Tertua di Dunia, Ditemukan Tertimbun Es

8 Juni 2022 10:05
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Sepatu tertua di Norwegia ditemukan di lapisan es.  Foto: Dok. Vegard Vike/Cultural History Museum in Oslo
zoom-in-whitePerbesar
Sepatu tertua di Norwegia ditemukan di lapisan es. Foto: Dok. Vegard Vike/Cultural History Museum in Oslo
ADVERTISEMENT
Arkeolog menemukan sepatu berusia 3.000 tahun yang tertimbung di dalam es di Norwegia. Sepatu ini terbuat dari kulit dan memiliki tali pengikat. Sebuah laporan dari tim Norwegian University of Science and Technology (NTNU) mengatakan bahwa keberadaan artefak sejenis terancam karena dataran es yang meleleh akibat perubahan iklim.
ADVERTISEMENT
Sepatu ini menunjukkan kondisi yang baik terlepas sudah berusia 3 millenium, menunjukkan sedikit dekomposisi dan kerusakan. Hal itu disebabkan es yang stabil, minim bergerak, dan bersih dari molekul korosif.
Namun perubahan iklim mengancam peninggalan sejarah yang tersimpan di es. Lapisan es Norwegia sedikit demi sedikit meleleh, dan mungkin akan melepas artefak yang belum sempat ditemukan. Artefak ini akan rusak, atau bahkan akan hilang
“Sebuah survei berdasarkan citra satelit yang diambil pada tahun 2020 menunjukkan bahwa lebih dari 40 persen dari 10 lapisan es terpilih dengan temuan (artefak) yang diketahui telah mencair,” kata salah satu penulis laporan Birgitte Skar, seorang arkeolog dan profesor di NTNU University Museum.

"Angka-angka ini menunjukkan ancaman signifikan untuk melestarikan penemuan dari es, belum lagi es sebagai arsip iklim."

- Birgitte Skar, arkeolog dan profesor di NTNU University Museum

ADVERTISEMENT
Beberapa daerah sangat dingin, sehingga tumpukan salju yang turun saat musim dingin tidak meleleh di musim panas. Es ini kemudian terakumulasi menjadi lapisan es abadi. Es abadi ini—atau di beberapa tempat juga disebut permafrost—adalah preserver yang baik.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Ada istilahnya arkeologi lapisan es, di mana arkeolog menemukan objek yang relatif awet dari lapisan es abadi. Pada kasus ini, arkeolog menemukan banyak artefak peninggalan manusia pemburu pengepul zaman perunggu dari wilayah utara Eropa dan selatan Skandinavia yang tertutup es.
Sebuah anak panah ditemukan di lapisan es  Lopesfonna, Norwegia, ujung anak panah terbuat dari cangkang kerang. Foto: Dok. NTNU University Museum
zoom-in-whitePerbesar
Sebuah anak panah ditemukan di lapisan es Lopesfonna, Norwegia, ujung anak panah terbuat dari cangkang kerang. Foto: Dok. NTNU University Museum
Temperatur global yang terus naik meningkatkan risiko hilangnya banyak artefak yang belum sempat ditemukan.
Sepatu yang berasal dari 1100 SM ini ditemukan di wilayah pegunungan Jptunheimen di selatan Norwegia pada 2007. Ukurannya hanya cukup untuk kaki remaja. Selain sepatu, ilmuwan juga menemukan sekop kayu dan anak panah berusia 6100 tahun, menunjukkan lokasi penemuan merupakan tempat penting perburuan masa lampau.
ADVERTISEMENT
Ada risiko bahwa artefak lain yang tersimpan di lapisan es akan hilang ketika es meleleh. Laporan dari Norwegian Water Resources and Energy Directorate mengestimasi bahwa 364 kilometer persegi lapisan es sudah meleleh sejak 2006. Jika artefak tidak ditemukan, maka akan rusak bahkan hilang selamanya.
Sejumlah artefak ditemukan setelah es di pegunungan Jotunheimen, Norwegia.   Foto: Innlandet County Council
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah artefak ditemukan setelah es di pegunungan Jotunheimen, Norwegia. Foto: Innlandet County Council
Masih banyak wilayah dataran es di Norwegia yang belum disurvei, khususnya daerah utara negara tersebut.
"Dulu kami menganggap es itu sunyi dan tak bernyawa dan karena itu tidak terlalu penting. Itu berubah sekarang, tetapi ini mendesak," rekan penulis laporan Jørgen Rosvold, seorang ahli biologi dan asisten direktur penelitian di Institut Penelitian Alam Norwegia, mengatakan dalam pernyataan. "Sejumlah besar material unik mencair dan menghilang selamanya."
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020