kumparan
9 November 2018 15:38

Peneliti China Tiru Paus Sperma untuk Rahasiakan Komunikasi Militer

Paus Sperma
Paus sperma. (Foto: Amila Tennakoon via Flicker)
Tim peneliti dari China berhasil mengembangkan sebuah metode untuk mengamuflase komunikasi rahasia militer. Mereka melakukannya dengan meniru suara paus sperma dan teknologi ini dikembangkan untuk membuat kapal selam mereka jadi lebih sulit dideteksi.
ADVERTISEMENT
Hasil riset ini telah dipublikasikan di IEEE Communication Magazine. Dalam riset ini para peneliti mempelajari kemampuan paus sperma untuk menggunakan echolocation, pemanfaatan gelombang suara untuk menemukan dan mengidentifikasi objek dekat mereka.
IFL Science melaporkan bahwa dalam kamuflase komunikasi ini, para peneliti mengedit dan menempelkan sinyal audio ke rekaman suara paus sperma, lalu membuatnya tak bisa dibedakan dengan suara paus lainnya. Kemudian mereka juga membuat sebuah sistem kode penerima sinyal untuk memecahkan pesan rahasia yang dikirim.
Teknologi seperti ini memang baru, namun konsep untuk menyembunyikan pesan rahasia dengan cara lain bukan hal baru lagi. Steganografi, praktik menyembunyikan suatu pesan di dalam pesan atau gambar lainnya, telah manusia gunakan sejak zaman dahulu kala.
ADVERTISEMENT
Misalnya, ketika Leonardo Da Vinci melukiskan sebuah kode rahasia di Mona Lisa atau ketika tentara Inggris dan AS menggunakan tinta transparan untuk berkomunikasi saat perang revolusi.
Zaman sekarang, sistem pendeteksi kapal selam secara terus menerus memindai dan memeriksa wilayah-wilayah di bawah laut untuk menemukan sinyal kapal selam. Tapi biasanya sistem mengabaikan suara paus sperma dan juga mamalia laut lainnya.
Citra sonar 3 dimensi
Citra sonar 3 dimensi di dasar permukaan laut Ujung Karawang dilihat dari ROV milik KRI Rigel. (Foto: Mirsan Simamora/kumparan)
Jadi karena paus sperma biasa ditemukan di berbagai lautan di dunia, menggunakan sinyal mereka sangat sempurna untuk menyembunyikan kapal selam dari pendeteksi.
Paus sperma sendiri biasanya menggunakan suara mereka untuk berburu dan mencari arah di daerah kurang cahaya. Hal ini mirip dengan suara yang kelelawar buat untuk "melihat" dunia sekitarnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan