kumparan
30 September 2019 17:02

Peneliti Mau Selidiki Es Berusia Jutaan Tahun di Antartika

Salju di Antartika. Foto: DSD/Pexels
Es berusia jutaan tahun di Antartika bisa menjadi "harta karun" data bagi para peneliti. Sebab, es itu bisa menyimpan informasi penting mengenai masa lalu Bumi dan membantu kita melakukan prediksi atas perubahan iklim.
ADVERTISEMENT
Sekarang, peneliti dari Australian Antarctic Division (AAD) berusaha menyelidiki hal itu. Mereka sedang menyiapkan alat bor yang didesain untuk mencapai kedalaman 3 kilometer di bawah permukaan benua es itu.
"Apa yang akan kami lakukan selama beberapa tahun ke depan adalah untuk menyelesaikan salah satu masalah besar dalam ilmu iklim," ujar Tas van Ommen, ahli glasiologi, kepada The Guardian.
"Kita akan melihat di dalam es adanya gelembung kecil yang terperangkap di sana. Gelembung kecil ini adalah kapsul waktu dari kondisi atmosfer terdahulu," sambung dia.
Ommen mengatakan bahwa ia dan tim berusaha mendapatkan es semacam itu. Mereka ingin menganalisis kandungan karbon dioksida 1 juta tahun lalu ketika iklim kala itu sedang berubah. Sekitar 1 juta tahun lalu, Bumi mengalami transisi dari siklus zaman es ke siklus 100.000 tahun, kata Ommen.
ADVERTISEMENT
Menurutnya, kita harus mengetahui dampak dari karbon dioksida yang kita sebar ke atmosfer pada masa depan Bumi.
Ilustrasi karbon dioksida Foto: geralt/pixabay
Alat bor yang akan para peneliti gunakan terbuat dari besi tahan karat, tembaga aluminium, dan titanium. Alat ini punya kemampuan untuk mengebor hingga suhu -55 derajat Celcius.
Pengeboran ini rencananya akan dimulai pada 2021. Para peneliti mengestimasi pengeboran akan berlangsung hingga empat tahun di Antartika.
"Kami akan mengirimkan manusia ke lingkungan paling ekstrem dan terpencil di dunia," kata direktur AAD, Kim Ellis. "Ini adalah petualangan yang menantang."
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan